Yogyakarta

Jangan Hanya Dikuasai Investor, KEK Harus Sejahterakan Rakyat

KEK Piyungan dan Sentolo yang akan diusulkan oleh pemerintah provinsi DIY bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Jangan Hanya Dikuasai Investor, KEK Harus Sejahterakan Rakyat
IST
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto meninjau pabrik pembuatan traktor di kawasan industri Sentolo, Kulonprogo, Selasa (14/11/2017) sore. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Piyungan dan Sentolo yang akan diusulkan oleh pemerintah provinsi DIY bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Konsep pengikisan kemiskinan pun harus matang agar jangan sampai KEK hanya dikuasai investor.

“Harus ada perlindungan ekonomi lokal dan jangan sampai dikuasai pihak investor yang justru tidak menyejahterakan rakyatnya,” ujar Kepala pusat studi kajian pembangunan jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM, Dr Hempri Suyatna kepada Tribun Jogja, Minggu (3/3/2019).

Dia menjelaskan, pengusulan KEK ini memang sangat bagus. Melihat idealisme dan juga tujuannya sebagai penggerak mesin pertumbuhan ekonomi juga cukup bagus. Namun, memang diperlukan regulasi yang mengatur agar ekonomi rakyat tetap tumbuh berkembang.

Baca: Tantangan Makin Berat, Petugas Damkar Dituntut Tangkas dan Kuasai Tugas di Bidang Kebencanaan

Peningkatan kapasitas ibu-ibu rumah tangga sehingga mereka bisa mengelola dan memberdayakan potensi yang ada juga perlu dilakukan. Termasuk kebijakan untuk upah minimum regional (UMR) dan kerja yang layak harus diutamakan.

“Kriteria investor harus jelas misalnya pekerjanya itu diutamakan penduduk Piyungan dan Sentolo. Maskimal ya penduduk Bantul atau Kulonprogo. Kalau investor dari luar kebijakan UMR dan kerja layak diutamakan,” tegasnya.

Sementara itu, legislatif meminta pemberdayaan ibu rumah tangga untuk pendukung KEK harus matang. Jika wacana KEK berbasis ekonomi kreatif ini bisa berjalan baik, maka akan memperkuat ekonomi keluarga.

Direktur PT YIP, Eddy Margo Gozhali menjelaskan, keistimewaan dari usulan KEK di DIY ini antara lain adalah fokus pada ekonomi kreatif.

Baca: Kejar Target Deadline Pengusulan Sumbu Filosofi jadi Warisan Budaya Dunia, Pemda DIY Siapkan Pergub

Hal tersebut menjadi yang pertama di Indonesia. Selain itu, nantinya ibu rumah tangga bisa menggarap kerajinan dari rumah.

“Mereka bisa mengerjakan di rumah sambil mengasuh anak. Namun, tetap ada proram pendampingan komprehensif dan standar quality controlnya,” urainya.

Menurutnya, fokus pertama kali melalui kerajinan karena 98 persen DIY adalah UMKM. Dengan menggandeng kerajinan, maka dampak ekonomi sosial ini menjadi lebih mengena.

Setelah itu nantinya akan berdampak pada pengurangan pengangguran dan kemiskinan. (tribunjogja)

 

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved