Kota Yogyakarta

Bawaslu Kota Yogyakarta Awasi Reses Caleg Incumbent

Pengawasan tersebut diakukan agar caleg tidak melanggar aturan kampanye dan tidak melangar pidana pemilu.

Bawaslu Kota Yogyakarta Awasi Reses Caleg Incumbent
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Ilustrasi: Narasumber dari Bawaslu Kota Yogyakarta saat memberikan keterangan pers terkait dengan perekrutan pengawas TPS, Jumat (8/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bawaslu Kota Yogyakarta melakukan pengawasan pada calon legislatif incumbent yang menjalani reses.

Pengawasan tersebut diakukan agar caleg tidak melanggar aturan kampanye dan tidak melangar pidana pemilu.

Koordinator Divisi Pengawasan, Hukum, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Yogyakarta, Noor Harsya A.S mengatakan pihaknya telah memberikan imbauan tertulis kepada caleg incumbent yang ingin melakukan reses.

Baca: 24 Caleg Deklarasi Anti Politik Uang di Desa Murtigading

"Kami sudah berikan imbauan secara tertulis kepada caleg, baik DPRD Kota Yogyakarta, atau DPR RI dapil Kota Yogyakarta. Sudah ada tindakan pencegahan yang kami lakukan, pengawasan ini juga termasuk upaya kami untuk mencegaha agar calek tidak terjerat tindak pidana pemilu," katanya, Minggu (03/03/2019).

Ia menjelaskan reses diperbolehkan, bahkan didanai oleh APBD dan APBN, namun tidak boleh digunakan untuk kampanye.

Selama reses, anggota legislatif harus secara terbuka menyatakan bahwa dirinya dalam masa reses.

"Jadi reses dan kampanye itu harus berdiri sendiri-sendiri, tidak boleh dibarengkan. Reses kan dibiayain APBD dan APBN, sehingga dana dan fasilitas itu tidak boleh digunakan untuk kampanye, kalau melanggar berarti itu masuk ke pidana pemilu," jelasnya.

Baca: Daftar Nama Caleg Mantan Terpidana Korupsi Bertambah 32, Total Jadi 81 Orang

"Kalau reses, harus ada spanduknya, dari fraksi mana, dijelaskan juga bahwa menjaring aspirasi. Sehingga masyarakat tahu bahwa dia adalah anggota legislatif yang sedang reses. TIdak boleh juga digunakan untuk mengungkapkan visi misi, program, atau bagi-bagi APK," sambungnya.

Untuk membantu melakukan pengawasan, Bawaslu Kota Yogyakarta meminta masyrakat untuk membedakan antara reses dan kampanye.

Pihaknya pun meminta masyarakat untuk segera melapor jika ada caleg incumbent yang melakukan kampanye saat reses.

"Dalam berbagai kesempatan kami juga sampaikan kepada masryakat untuk bisa membedakan reses dan kampanye. Sudah kami lakukan sosialiasi. nah tentu ini pekerjaan bersama, suapa masryakat juga ikut melapor jika ada menemukan pelanggaran itu," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved