Sempat Diguyur Hujan Abu Tipis, Aktivitas Warga Kepuharjo Sleman Tetap Berjalan Normal
Hujan abu sempat terjadi di Desa Kepuharjo Sleman sekira pukul 06.30 WIB pagi tadi.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran awan panas sebanyak tujuh kali pada Sabtu (2/3/2019) pagi.
Melalui akun resmi Twitter, BPPTKG menjelaskan, guguran awan panas terjadi pada pukul pukul 4:51, 4:54, 5:03, 5:07, dan 5:10 WIB dengan jarak luncur maksimum 2 km.
Kemudian pada pukul 5:33 dan 5:40 WIB kembali terjadi guguran awan panas dengan jarak luncur 800 dan 900 meter.
Awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, mengatakan berdasarkan Laporan TRC BPBD hujan abu sempat mengguyur sejumlah wilayah di Sleman.
"Hujan abu tipis terpantau Kalitengah Lor, Kaliurang, Turgo, Ngepring, Nganggring, Tunggul Arum," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.
Terpisah, Kades Kepuharjo Cangkringan, Heru Suprapto, mengatakan hujan abu di Desa Kepuharjo terjadi sekira pukul 06.30 WIB pagi tadi.
"Tadi pagi hujan abu, kurang lebih selama 20 menit. Sekarang sudah tidak hujan abu, tadi sudah turun hujan air biasa," ujarnya ketika dihubungi Tribunjogja.com
Dikatakan Heri, meski sempat diguyur hujan abu, masyarakat Desa Kepuharjo tetap beraktivitas normal.
"Aktivitas seperti biasa. Yang menambang tadi berhenti sejenak karena dengar suara gemuruh. Kemudian aktivitas penambang yang di bawah normal kembali. Wisata juga tetap berjalan," lanjutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gunung-merapi-wedhus-gembel.jpg)