Bisnis

Ketua Arisan Sosok Inspiratif Dibalik Arisan Mapan

Mapan melihat tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, terutama untuk membeli barang berkualitas dengan harga yang terjangkau

Ketua Arisan Sosok Inspiratif Dibalik Arisan Mapan
Dok Arisan Mapan
Wina Triyasa, Ketua Arisan Mapan Yogyayakarta (kiri), bersama CEO Mapan, Hendra Tjanaka dan Neny Ermawati, Ketua Arisan Mapan Banyuwangi sedang berbincang dalam kegiatan Top 100 Ketua Arisan Goes to Yogyakarta, Kamis (28/2/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak pertama kali diluncurkan pada 2015 lalu, Arisan Mapan telah mampu menggerakkan dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya perencanaan di setiap tahapan kehidupan.

Wina Triyasanti atau yang akrab dipanggil Teh Wina Olga sempat mengalami titik terendah dalam hidupnya. Bisnis studio foto dan bakery yang dirintisnya bersama suami mesti gulung tikar pada 2012 silam.

Sumber mata pencaharian satu-satunya yang dijadikan topangan hidup amblas.

Dengan berbagai macam pertimbangan, Teh Wina dan keluarga memutuskan mengadu nasib di Kota Gudeg.

Meninggalkan kediamannya di Cirebon.

Baca: Mapan Ajak Masyarakat Wujudkan Impian melalui Arisan

“Saya datang ke Yogyakarta sama sekali ngga bawa apa-apa. Barang-barang kami sudah habis terjual karena kami tertipu investasi. Di sini kami mulai merintis usaha kecil-kecilan, buka usaha bakery lagi dan berjualan aksesoris online,” kenang Teh Wina dalam kegiatan Top 100 Ketua Arisan Inspiratif Goes to Yogyakarta, Kamis (28/2/2019) lalu.

Sebagai pendatang baru di Yogya, Teh Wina tidak memiliki kerabat dekat.

Namun, semangatnya tak pupus. Bermodal kepribadian yang supel lagi ramah, Teh Wina mulai mengenalkan usahanya ke masyarakat sekitar dan perlahan mulai bangkit.

Hingga akhirnya dua tahun silam tepatnya di 2017, Ia mulai berkenalan dengan Arisan Mapan lewat ajakan teman kantor sang suami.

Dan ia memilih untuk ikut bergabung.

Baca: Kemapanan Ekonomi Menurunkan Tingkat Perceraian di Wonosari

“Saya pertama ikut Arisan Mapan ngga nyangka bisa dapat barang bagus dengan harga yang terjangkau. Kemudian, setelah jadi Ketua Arisan, baru sadar kalau ternyata saya juga bisa ikut membantu ratusan orang untuk bisa mendapatkan barang impian dengan skema arisan yang terencana,” tutur Teh Wina.

Setiap kali salah seorang anggota arisan mendapatkan barang impian, Teh Wina bangga.

Hal kecil yang dilakukannya ternyata bermanfaat bagi para anggota yang butuh barang-barang impian.

Pernah suatu kali, salah seorang anggota arisannya ada yang belum memiliki lemari pakaian.

Untuk menyimpan pakaian, biasanya anggota tersebut menaruhnya di dalam kardus yang dihias kertas kado, karena uang untuk membeli lemari belum cukup.

Teh Wina lantas menawarkan anggota tersebut untuk ikut Arisan Mapan, dimana salah satu barangnya ada lemari yang sangat ia butuhkan.

Di bulan kelima, anggota tersebut akhirnya mendapatkan sebuah lemari yang diantarkan langsung ke rumah anggota.

“Buat saya, Arisan Mapan ini ngga cuma sekedar arisan atau tempat kumpul ibu-ibu, tetapi ada manfaatnya, karena masing-masing dari kita bisa saling belajar menabung dan mulai terbiasa untuk bikin rencana ," tambahnya.

Teh Wina menjadi salah satu Ketua Arisan Inspiratif yang dianggap telah banyak berkontribusi dalam berjalannya Mapan.

Baca: Motor Trail Rp15 Jutaan Siap Tantang Pemain Mapan

Sebelumnya, Mapan melihat tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, terutama untuk membeli barang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Terinspirasi dari konsep arisan konvensional, Mapan merevolusi model arisan barang yang dikembangkan dengan teknologi untuk membantu masyarakat merencanakan dan mewujudkan barang impiannya.

Secara bertahap, Mapan kemudian mengembangkan jaringan Arisan Mapan di berbagai daerah dengan mengajak ratusan ribu Ketua Arisan untuk bergotong-royong mewujudkan kebutuhan masing-masing keluarga.

CEO Mapan, Hendra Tjanaka mengatakan, hingga saat ini, tercatat telah ada 180 ribu Ketua Arisan telah memberikan dampak positif bagi keluarga dan lingkungannya.

Dengan semangat untuk terus membantu jutaan keluarga Indonesia memenuhi kebutuhan, Ketua Arisan secara organik berkolaborasi untuk mengembangkan kemampuan mereka melalui pertemuan bulanan Gugus Mapan dimana mereka dapat berbagi cerita sukses serta saling mengevaluasi kegiatan arisan masing-masing.

"Hingga saat ini, terdapat 800 Gugus Mapan tersebar di pulau Jawa dan Bali. Melalui Gugus Mapan sebagai support system, mereka mampu mencapai kesuksesan dalam mengelola sejumlah grup arisan sehingga dapat membawa dampak lebih besar bagi lingkungan sekitarnya," pungkas Hendra. (TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved