Kota Yogya

Kasus Demam Berdarah di Kota Yogya Meningkat

Bila diakumulasikan dengan data Januari 2018 yang mencapai 67 kasus maka hingga Rabu (27/2/2019) total kasus DB di Kota Yogyakarta sejumlah 97 kasus.

Kasus Demam Berdarah di Kota Yogya Meningkat
AFP PHOTO/MARVIN RECINOS
Nyamuk Aedes Aegypti. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terdapat 30 kasus Demam Berdarah (DB) selama Februari 2019 di Kota Yogyakarta.

Bila diakumulasikan dengan data Januari 2018 yang mencapai 67 kasus maka hingga Rabu (27/2/2019) total kasus DB di Kota Yogyakarta sejumlah 97 kasus.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu mengatakan bahwa dari jumlah tersebut seluruhnya dapat tertangani dan tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat DB.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

Ia pun menyebutkan sebaran kasus DB per kelurahan yang ada di Kota Yogyakarta pada Februari 2019.

Mulai dari Karangwaru 3 kasus, Gowongan 1 kasus, Klitren 2 kasus, Tegalpanggung 1 kasus, Bausasran 1 kasus, Notoprajan 2 kasus, Gedongkiwo 1 kasus, Suryadiningratan 1 kasus, Kadipaten 1 kasus, Panembahan 1 kasus, Prawirodirjan 1 kasus, Wirogunan 1 kasus, Keparakan 1 kasus, Brontokusuman 2 kasus, Pandeyan 2 kasus, Giwangan 1 kasus, Semaki 1 kasus, Mujamuju 1 kasus, Tahuna 2 kasus, Prenggan 1 kasus, dan Rejowinangun 3 kasus.

"Periode yang sama dibandingkan tahun lalu, tahun ini kenaikannya signifikan. Kemarin turun sekali. Tertinggi saja pada 2018 ada 20 kasus di Mei," bebernya pada Tribunjogja.com, Kamis (28/2/2019).

Baca: Ganti Bak Air dengan Ember Jadi Cara Alternatif Antisipasi DBD

Endang menambahkan, meski awalnya diperkirakan kenaikan kasus DB terjadi selama lima tahunan, namun dari kasus DB tertinggi pada 2016 hingga saat ini 2019 yang belum berjarak lima tahun, membuat banyak sedikitnya kasus DB tidak bisa lagi diprediksi.

"Saat ini hujan cenderung tinggi. Hampir tiap sore hujan. Selama masyarakat menerapkan PSM (Pemberantasan Sarang Nyamuk), maka DB bisa dicegah," tandasnya.

Selain mengenai DB, penyakit yang datang ketika musim hujan yakni Leptospirosis tercatat sebanyak lima kasus pada 2019 ini.

"Satu di antaranya meninggal dan diduga karena lepto karena belum kami uji lebih lanjut," tambahnya.(*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved