Eko Suwanto Dukung Pembentukan Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana

Hingga akhir Februari 2019 sudah ada sebanyak 220 desa yang menjadi desa tangguh bencana.

Eko Suwanto Dukung Pembentukan Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana
Istimewa
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dalam pengukuhan Kelurahan Tangguh Bencana 

TRIBUNJOGJA.COM  - Warga Daerah Istimewa Yogyakarta diminta selalu siap siaga menghadapi bencana. Bencana yang berpotensi terjadi di wilayah ini antara lain erupsi Gunung Merapi, banjir lahar hujan, banjir, angin kencang, gempa bumi, ancaman tsunami dan lain-lain.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta ada sebanyak 301 dari 438 desa/kelurahan yang masuk dalam kategori rawan bencana. Hingga akhir Februari 2019 sudah ada sebanyak 220 desa yang menjadi desa tangguh bencana.

“Tahun ini targetnya ada 25 desa/kelurahan yang menjadi desa tanggap bencana. Kita dukung pembangunan desa dan kelurahan tangguh bencana bersama sama dengan sekolah siaga bencana untuk melatih masyarakat tentang penanggulangan bencana,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta dari Fraksi PDI Perjuangan saat pengukuhan Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta, Kamis, 28 Februari 2019.

Bertempat di Kistalan sisi barat ndalem Puro Pakualaman, pencanangan kelurahan tanggap bencana dihadiri juga oleh banyak elemen. Ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI dan Polri. Juga hadir KTB, Tagana serta elemen masyarakat lainnya.

Pada kesempatan itu BPBD DIY fasilitasi pelatihan dan simulasi penanggunlangan bencana gempa. Tampak masyarakat antusias mengikuti simulasi penanggulangan bencana. Peserta simulasi juga dilengkapi ambulance, tenda, dan berbagai perlengkapan lainnya.

Ketua Komisi A DPRD Eko Suwanto yang maju kembali sebagai Caleg DPRD DIY nomor urut 1 Dapil Yogyakarta mengatakan, percepatan pembangunan kelurahan dan desa tangguh bencana berjalan dengan baik.

Target pembangunan kelurahan dan desa tangguh bencana sejumlah 438, dipercepat dari awalnya tahun 2027 menjadi tahun 2026 sedangkan untuk Kawasan Rawan Bencana dengan jumlah 301 pun kami percepat dari tahun 2022 menjadi 2021.

Selain itu telah dibangun juga 100 KTB di 97 kampung di Kota Yogyakarta dari 170 kampung tangguh bencana yang akan selesai pada lima tahun ke depan.

“Kita dukung sinergi Destana/Katana dengan Kampung Tangguh Bencana untuk bersama stake holder lainnya melakukan pendidikan dan pelatihan tentang penanggulangan bencana. Terkait dengan potensi bencana yang ada, masyarakat harus mengikuti arahan pemerintah. Soal Merapi informasinya ke BPPTKG, cuaca ke BMKG dan jika soal Kebencanaan ke BPBD,” kata politisi muda PDIP ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta Fauzan MT menyatakan setiap wilayah berbeda jenis bencananya. Ada yang di dekat gunung dengan bencana akibat erupsi, ada di wilayah dekat sungai, ada dekat laut dan lain-lain. Khusus di kota Yogyakarta ada Kali Code yang berhulu di Merapi. Jika ada lahar hujan maka warga bisa terdampak.

“Setiap wilayah berbeda jenis Kebencanaan nya,” kata dia.

Pihaknya mengapresiasi program desa/kelurahan tanggap bencana. Juga akan mendukung penuh percepatannya. (rls)

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved