Yogyakarta

Diusulkan jadi KEK Wisata, Pantai Parangtritis Siap Gaet Investor

Pantai Parangtritis akan diusulkan menjadi Kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di DIY.

Diusulkan jadi KEK Wisata, Pantai Parangtritis Siap Gaet Investor
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Sampah terlihat menumpuk dan tercecer di pantai Parangtritis Bantul pascalibur Natal dan Tahun Baru, Rabu (2/1/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM - Pantai Parangtritis akan diusulkan menjadi Kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di DIY.

Hal ini agar nantinya akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di daerah dan tetap melestarikan unsur budaya.

Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo menjelaskan, pihaknya akan menghadap Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk membicarakan KEK wisata Parangtritis ini, Jumat (1/3) besok.

Baru kemudian, pihaknya akan mengkoordinasikan untuk pengusulan KEK wisata tersebut.

Baca: Peringati Hari Jadi ke-69, Satpol PP DIY Bersihkan Pantai Parangkusumo dan Gumuk Pasir

“Dari instruksi presiden ada tiga kawasan yang bisa dikembangkan menjadi KEK wisata di DIY ini. Kami akan memulainya dari Parangtritis karena potensi alam di DIY sangat luar biasa,” ujar Budi kepada Tribun
Jogja, Kamis (28/2/2019).

Dia menjelaskan, Parangtritis ini nantinya bisa dikembangkan menjadi kawasan yang cukup lengkap dan menarik investor.

Di antaranya adalah pengembangan wisata bahari, budaya dan juga kuliner. Gumuk pasir yang dimiliki oleh pantai ini juga akan menjadi kekhasan tersendiri.

Mantan Asisten Pembangunan dan perekonomian DIY ini juga mengungkapkan nantinya investor bisa masuk dalam berbagai bentuk.

Di antaranya adalah hotel, panggung pertunjukan, restoran dan lainnya.

Baca: Belanja di Pasar Tradisional, Warga Bisa Bawa Pulang Sepeda Motor

“Prinsipnya adalah kebudayaan terdongkrak. Karena menurut analisis dari LIPI, kalau hanya mendasarkan pada keindahan alam kurang menarik namun tetap ada unsur budaya supaya lebih lestari dan menarik,”
paparnya.

Adapun, dua wilayah lainnya yang akan menjadi KEK wisata masih dalam tahap penjajakan. Dia menyebut masih banyak kemungkinan untuk daerah yang berpotensi menjadi KEK wisata.

Hal tersebut bisa dilihat dari sisi analisis bisnis, rencana tata ruang tata wilayah.

“Harapannya, KEK sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah, “ jelasnya.
(tribunjogja)

Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved