Pendidikan

CEO QS Asia Sebut Pemeringkatan Universitas Merupakan Kebutuhan Global

Perguruan tinggi yang saat ini dituntut untuk memperluas jaringannya demi memacu perkembangan institusi pendidikan.

CEO QS Asia Sebut Pemeringkatan Universitas Merupakan Kebutuhan Global
istimewa
Mandy Mok, CEO QS Asia saat mengisi seminar dengan tema strategi internasionalisasi universitas di Gedung Kasman Singodimedjo, UMY. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Arus globalisasi yang menyebar ke seluruh dunia, banyak hal kini terkoneksi oleh digitalisasi informasi dengan jaringan yang massif.

Satu di antaranya pada sektor akademik, terutama perguruan tinggi yang saat ini dituntut untuk memperluas jaringannya demi memacu perkembangan institusi pendidikan.

Internasionalisasi perguruan tinggi menjadi satu dari beberapa cara yang dilakukan untuk memperluas jaringan.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

Maka dari itu, kampus harus dapat memenuhi standar, diantaranya dengan masuk dalam pemeringkatan global.

Hal tersebut disampaikan oleh Mandy Mok, CEO QS Asia pada seminar dengan tema strategi internasionalisasi universitas di Gedung Kasman Singodimedjo, UMY.

Mandy menyampaikan, tren dari pemeringkatan global tersebut tercipta akibat arus global dan merupakan sebuah usaha untuk memacu perguruan tinggi untuk semakin meningkatkan kompetensi.

Dikatakan Mandy, globalisasi yang terjadi pada dunia akademis ini mendorong banyak pendidikan tinggi lokal untuk masuk ke tingkat internasional.

Baca: UMY Satu-satunya Universitas Swasta yang Lolos Jadi Anggota IAAS

"Akibatnya ada peningkatan yang sangat besar terhadap informasi komparatif terhadap institusi pendidikan tinggi tersebut. Ini seakan menunjukkan adanya kebutuhan untuk mendapatkan peringkat, karena apabila tidak masuk dalam daftar implikasinya anda dianggap tidak ada,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Kamis (28/2/2019).

Mandy menjelaskan bahwa inti dari pemeringkatan sebenarnya adalah membangun jaringan.

Menurutnya, jaringan bukan hanya sekadar menghubungkan orang, tapi tentang bagaimana menghubungkan orang dengan orang lainnya, orang dengan ide, dan orang dengan kesempatan.

Baca: UMY Kenalkan Sosok Djarnawi Hadikusumo pada Kader Muhammadiyah

"Pemeringkatan akan mengantarkan anda masuk kedalam jaringan tersebut dengan harapan anda mampu memanfaatkannya sebaik mungkin untuk memajukan institusi serta seluruh orang yang terlibat di dalamnya,” paparnya.

Sementara itu, Samuel Wong, Senior Researcher QS Asia menambahkan, pemeringkatan adalah jembatan.

Pemeringkatan, kata dia, masuk sebagai penghubung yang menujukkan kredibiltas dan juga membangun trust secara bersamaan,

“Kita memerlukan jembatan yang menghubungkan antara mahasiswa, orangtua, pemerintah, pengambil kebijakan dan juga universitas itu sendiri," katanya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved