Pendidikan

UMY Kenalkan Sosok Djarnawi Hadikusumo pada Kader Muhammadiyah

UMY mengenalkan tokoh KH Djarnawi dalam tema “Muhammadiyah, Islam dan Kebangsaan”.

UMY Kenalkan Sosok Djarnawi Hadikusumo pada Kader Muhammadiyah
istimewa
Program Doktor Politik Islam dan Ilmu Politik UMY menyelenggarakan Seminar Serial tokoh Muhammadiyah untuk Bangsa di Gedung Pascasarjana Kasman Singodimejo kampus Terpadu UMY, Selasa (26/2/2019) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejak tahun 1912 Muhammadiyah sudah hadir untuk bangsa.

Dalam perjalanannya hingga saat ini Muhammadiyah tetap teguh pada pendirian hingga menjadi Organisasi Masyarakat yang besar di Indonesia.

Hingga saat ini telah banyak tokoh-tokoh berpengaruh di Indonesia yang lahir dari rahim Muhammadiyah.

Baca: Jadwal Pendaftaran UTBK SBMPTN 2019, Peserta Boleh Ikut 2 Kali Tes

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai satu di antara kampus unggulan Muhammadiyah, tidak ingin begitu saja melupakan sejarah pahlawan muhammadiyah.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

Karenanya Program Doktor Politik Islam dan Ilmu Politik UMY menyelenggarakan Seminar Serial tokoh Muhammadiyah untuk Bangsa di Gedung Pascasarjana Kasman Singodimejo kampus Terpadu UMY, Selasa (26/2/2019) lalu.

“Acara ini merupakan satu dari beberapa upaya penyadaran sejarah bagi generasi muda persyarikatan dan bangsa dalam menatap masa depan peradaban bangsa dengan tidak melupakan masa lalu. Sejarah tidak bisa membungkam gelora semangat kader Muhammadiyah dalam perjuanganya pada alur sejarah Indonesia,” ungkap Dr Ir Gunawan Budiyanto Rektor UMY pada saat yang sama.

Dikatakan oleh Gunawan, peran tokoh Muhammadiyah memang jarang terangkat jasanya ke ruang permukaan publik.

Oleh karena itu, melalui Program Doktor Politik Islam dan Ilmu Politik, UMY bakal mengadakan serial Tokoh Muhammadiyah dua bulan sekali.

Pada seri yang pertama UMY mengenalkan tokoh KH Djarnawi dalam tema “Muhammadiyah, Islam dan Kebangsaan”.

Baca: Pramuka UMY Belajar Menulis Berita Bareng Tribun Jogja

“Peran tokoh sentral Muhammadiyah dalam perjuangan konteks kebangsaan diimbangi dengan dialog lintas tokoh bangsa. Jadi rantai ini jangan sampai terputus, rantai dialog fakta sejarah dan nalar tokoh Muhammadiyah harus terus menjalar di dalam diri kader-kader Muhammadiyah hingga tidak bisa terbendung,” ungkap Gunawan lagi.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved