Sport

Samuel Benedict Pelmelay Bersyukur Masuk Nominasi 'Rookie of The Year'

Penampilan apiknya yang turut mengantar BPJ melaju ke babak play off IBL 2018/2019 diganjar nominasi Rookie of the Year bersama Agassi Goentara

Samuel Benedict Pelmelay Bersyukur Masuk Nominasi 'Rookie of The Year'
Media Official Bima Perkasa Jogja
Samuel Benedict Pelmelay 

TRIBUNJOGJA.COM - Pebasket muda Bima Perkasa Jogja, Samuel Benedict Pelmelay, boleh jadi belum terlalu familiar bagi penggemar bola basket Tanah Air.

Namun potensi rookie atau pemain debutan di ajang Indonesian Basketball League (IBL) 2018/2019 ini tentu tak bisa dipandang sebelah mata.

Benar saja, penampilan apiknya yang turut mengantar BPJ melaju ke babak play off IBL 2018/2019 diganjar nominasi Rookie of the Year bersama Agassi Goentara (Stapac Jakarta) dan Daniel Anggoro (Satya Wacana Salatiga).

"Tentu bersyukur sekali bisa masuk nominasi Rookie of the Year. Menurut saya ini berkat bagi saya. Namun yang lebih penting, adalah target dari BPJ yaitu lolos play off," ujar pebasket yang akrab siapa Sam tersebut.

Baca: Kapten Tim Basket Bima Perkasa Jogja Optimis Sambut Musim Baru

"Sekarang kami sudah ada di babak play off dan membuat target baru mengalahkan Satria Muda dan NSH Jakarta. Saya sendiri sangat optimis BPJ bisa melaju ke partai final musim ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Sam mengungkapkan bila perjalanan karirnya tak selalu berjalan mulus.

Pasalnya, semusim sebelumnya ia berkesempatan menjalani debut basket profesional bersama NSH Jakarta, namun impian tersebut urung terwujud dan harus tertunda semusim berselang di tim Bima Perkasa Jogja.

"Sebenarnya tahun lalu itu saya diberi kesempatan dan kepercayaan bermain di Perbasi Cup 2017, disitu saya bermain untuk NSH Jakarta. Setelahnya, klub menawarkan kontrak pada saya untuk bermain di IBL 2017/2018, tapi karena satu hal dan pertimbangan masih belum ada titik temu," ungkapnya.

Baca: Jelang Playoff, Bima Perkasa Tak Ingin Bergantung pada Legiun Asing

"Awalnya nyesel banget sebenarnya, tapi setelah berjalannya waktu pihak IBL kasih kabar kalau untuk season baru ini memakai sistem draft rookie dari Liga Mahasiswa. Barulah disitu merasa bahwa Tuhan memberi jalan dan kesempatan bagi saya untuk main di liga profesional," imbuh Sam.

Ia pun mengaku tak menemui kendala berarti termasuk proses adaptasi bersama tim BPJ, sebab senior serta pelatih selalu memberikan dukungan pada pemain muda untuk berkembang.

Kendati ia pun tak memungkiri bila tim BPJ yang didominasi pebasket asal Jawa, membuatnya sedikit-sedikit mempelajari Bahasa Jawa guna cepat beradaptasi.

"Paling susah adaptasi sih masalah bahasa aja karena mayoritas semuanya dari Jawa dan bahasanya Bahasa Jawa yang udah kentel banget. Kadang ngerasa kaya roaming aja, tapi lama-lama juga jadi orang Jawa," kelakarnya.

Baca: Jadwal IBL 2018/2019 Seri Yogyakarta, Bima Perkasa Jogja Hadapi Tiga Laga Krusial

Bila menilik penampilannya di regular season IBL 2018/2019, Sam barangkali menjadi rookie yang memiliki jam terbang paling tinggi diantara rookie lainnya bersama, Agassi Goentara (Stapac Jakarta).

Terlebih talenta yang memiliki keturunan darah Maluku ini dibekali visi bermain cukup baik, kemampuan bertahan dan menyerang sama bagusnya, serta ketahanan fisik baik

"Bersyukur banget sih, karena saya dikasih kepercayaan oleh pelatih untuk memperkuat Bima Perkasa di hampir di setiap seri, walaupun suatu ketika harus absen lantaran saya mengalami cedera pada bahu yang cukup serius. Tentu saya sangat berterimakasih kepada keluarga, sahabat, pelatih, serta rekan-rekan yang selalu memberi dukungan serta masukan positif bagi saya," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved