Yogyakarta

Rumah Zakat Bina Kampung Batik Ecoprint Brontokusuman

Bermula dari keinginan untuk memberdayakan masyarakat setempat, Rumah Zakat membentuk Kampung Batik Ecoprint Desa Berdaya Brontokusuman.

Rumah Zakat Bina Kampung Batik Ecoprint Brontokusuman
istimewa
Warga Desa Berdaya Brontokusuman, Yogyakarta tengah membuat Batik Ecoprint 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bermula dari keinginan untuk memberdayakan masyarakat setempat, terutama para ibu rumah tangga, Rumah Zakat membentuk Kampung Batik Ecoprint Desa Berdaya Brontokusuman, Yogyakarta.

Ecoprint Jogja atau Eco.J merupakan program dari pemberdayaan masyarakat yang ada di Desa Berdaya Brontokusuman.

Nama Eco.J juga sekaligus menjadi merek kain ecoprint hasil karya masyarakat di desa berdaya tersebut.

Ecoprint ialah teknik membuat motif dari bahan-bahan alam seperti dedaunan, bunga, dan ranting-ranting pohon.

Baca: Bundling Product, Trik Belanja Hemat di Gaudi Clothing Hartono Mall

Motif yang didapatkan berasal dari bentuk tulang daun serta warna yang menempel pada kain setelah kain dikukus.

Sama prinsipnya dengan teknik printing hanya saja Ecoprint tanpa menggunakan mesin juga tinta.

Fasilitator Desa Berdaya Yogyakarta, Indra Suryanto mengatakan, di kampungnya dulu banyak pengrajin batik.

Ia pun ingin memberdayakan warga setempat sesuai potensi maupun kearifan lokal yang ada di desa tersebut.

"Terpikirlah untuk membuat ecoprint setetah melihat karya satah satu teman. (Ecoprint) ini menarik, selain unik juga ramah lingkungan," ujarnya pada Tribunjogja.com, Selasa (26/2/2019).

Baca: BBKB Sebut Banyak Perajin Batik Belum Kantongi SNI

Lanjutnya, pemilihan teknik Ecoprint ini karena Ecoprint tidak menggunakan bahan kimia, sehingga ramah lingkungan.

Adanya program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Ecoprint ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Penerima manfaaat Ecoprint di Desa Berdaya Brontokusuman, Risdayanti mengungkapkan, dengan adanya Ecoprint ini dapat menambah penghasilan.

"Pendapatan dulu kurang, setelah adanya kegiatan Ecoprint ini penghasilan saya bertambah. Saya tidak menyangka bisa berpenghasilan dari sana (Ecoprint)," tutur Risdayanti. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved