Kriminalitas

Tawuran Berdarah di Magelang, Polisi Tetapkan Pelajar Berusia 17 Tahun Jadi Tersangka

DAS sendiri yang juga masih berstatus pelajar ini telah melakukan pembacokan terhadap tiga orang hingga mengalami luka serius.

Tawuran Berdarah di Magelang, Polisi Tetapkan Pelajar Berusia 17 Tahun Jadi Tersangka
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, menunjukkan tiruan celurit yang sama dengan celurit yang digunakan pelaku DAS (17) (mengenakan masker) untuk membacok korbannya, Senin (25/2/2019) pada rilis kasus Mapolres Magelang. 

Pelaku DAS dengan menggunakan celurit menyerang korban RAA hingga mengenai punggung kiri dan lengan kanan.

Baca: Tawuran Berdarah di Magelang, Satu Pelaku Pembacokan Diamankan Petugas Kepolisian

Korban ZK dibacok mengenai pinggul sebelah kiri, dan korban AGIL mengalami luka bacok pada bagian dada kiri bawah.

"Pelaku ini mengaku sedang bermain tetapi kami menduga ada janjian, menyergap rombongan SMK 45 Magelang, SMK Satria Kota Magelang, dan SMK Muhammadiyah Salam, yang mau ke arah sana. Dicegat di jalan, dan diserang lebih dulu, sehingga terjadi penganiayaan sehingga menyebabkan korban luka. Ada tiga korban yang luka berat," ujar Yudi.

Yudi mengatakan, motif penyerangan sendiri masih didalaminya, namun menurut pengakuan tawuran tersebut sudah diketahui oleh pelaku, sehingga dirinya melakukan penyerangan terlebih dahulu.

Senjata yang digunakan tersangka sendiri adalah celurit yang disiapkan oleh rekan-rekannya di SMK Purnama.

"Informasi dari tersangka, celurit disiapkan dari rekan-rekannya," ujarnya.

Baca: Bak Film Action, Rombongan Pelajar Ini Berkelahi di Jalanan, Seorang Pelajar Akhirnya Kena Bacok

Lanjutnya, pelaku sendiri pernah sekolah di SMK Purnama, tetapi kemudian dikeluarkan dan dipindahkan ke Wonosobo karena terlibat dua kasus yang sama, yakni tawuran.

Pelaku ini bahkan telah masuk daftar hitam Polres Magelang.

"Pelaku ini pernah sekolah di Purnama, kemudian dikeluarkan atuapun dipindahkan ke Wonosobo. Pelaku naik bersyarat karena semula juga kena kasus tawuran. Dia pernah tawuran dan masuk daftar hitam," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak tiga miliar atau pasal 354 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama delapan tahun.

"Pelaku sendiri masih anak jadi kami percepat penyelesaikan kasusnya, paling lama 15 hari ke depan," ujarnya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved