Bisnis

OJK : Fintech Marak Karena Ceruk Pembiayaan Sangat Besar

Fintech membantu menstimulus pertumbuhan perbankan senilai 0,8 persen dan 0,6 persen untuk perusahaan pembiayaan lain.

OJK : Fintech Marak Karena Ceruk Pembiayaan Sangat Besar
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Financial Technologi OJK, Munawar saat memberikan keterangan dalam pelatihan wartawan Kantor Regional 3 OJK Jateng-DIY pekan lalu di Bandung. 

TRIBUNJOGJA.COM - Perkembangan pembiayaan digital atau yang kerap dikenal dengan Finansial Teknologi (Fintech) tumbuh subur di Indonesia selama beberapa tahun belakangan.

Pesatnya perkembangan Fintech mulai dari yang legal maupun ilegal, tidak lain akibat masih banyaknya segmen masyarakat yang belum tersentuh oleh perusahaan pembiayaan konvensional.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hendrikus Passagi pada 2016 lalu, masih terdapat celah pembiayaan sebesar Rp988 triliun per tahun di Indonesia.

Sedang kebutuhan pendanaan ada di angka ± Rp1.649 triliun, sementara kapasitas pembiayaan konvensional hanya ada diangka ± Rp660 triliun saja.

Baca: STIE Mitra Indonesia Siapkan Mahasiswa yang Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

"Itu baru di tahun 2016, kalau ada gap sebesar itu kemudian siapa yang membiayai? UMKM kan tentu perlu pendanaan untuk pengembangan usaha, dari situ lah kemudian Fintech ini mulai mendapat potensi," kata Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Financial Technologi OJK, Munawar dalam pelatihan wartawan Kantor Regional 3 OJK Jateng-DIY, akhir pekan lalu di Bandung.

Dijelaskannya, bahwa kehadiran Fintech ternyata juga turut mendongkrak perekonomian nasional dari segi pembiayaan.

Mengutip riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) yang diumumkan pada 2018 lalu, Munawar mengatakan, kehadiran Fintech memberi penyediaan lapangan kerja kepada lebih dari 200 ribu orang.

Kemudian, Fintech juga membantu menstimulus pertumbuhan perbankan senilai 0,8 persen dan 0,6 persen untuk perusahaan pembiayaan lain.

"Fintech juga mendongkrak kompensasi tenaga kerja sebesar Rp4,56 triliun sepanjang 2018 lalu," tambah dia.

Baca: Fintech Dilarang Akses Informasi Diri Peminjam

Munawar melanjutkan, pihaknya juga tidak menampik bahwa kehadiran Fintech juga menuai protes di kalangan masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved