Gunungkidul

Jumlah Laka Lantas yang Melibatkan Anak di Bawah Umur di Gunungkidul Semakin Banyak

Selama 2018 ada 127 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak, beberapa diantaranya mengalami meninggal dunia dan lainnya mengalami luka.

Jumlah Laka Lantas yang Melibatkan Anak di Bawah Umur di Gunungkidul Semakin Banyak
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh
Ilustrasi kecelakaan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Jumlah Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur di Gunungkidul semakin banyak. 

"Jumlahnya kalau dihitung perbulan kecelakaan lalu lintas yang korbannya di bawah usia dewasa mungkin sedikit, namun saat dilakukan penghitungan diakhir tahun jumlahnya sangat banyak sudah seperti wabah penyakit," kata Kasatlantas, Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko saat dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (24/1/2019).

Mega mengatakan anak-anak dibawah umur di Gunungkidul masih banyak yang nekat mengendarai kendaraan bermotor padahal mereka belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM).

Baca: Lebih Dekat dengan Rizki Rahma Nurwahyuni, Dalang Cantik dari Yogyakarta

"Ada beberapa faktor mengapa anak-anak tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor, pertama dari segi fisik masih belum mumpuni, dan kedua dari segi psikologisnya juga belum matang. Itulah mengapa SIM diberikan kepada orang diatas 17 tahun karena sudah memenuhi kriteria dari segi fisik maupun psikologis sudah matang," katanya.

Ia menambahkan saat ini tidak ada alasan lagi untuk anak-anak membawa sepeda motor ke sekolah karena sudah diberlakukan sistem zonasi, dimana sekolah anak-anak dekat dengan rumah.

"Untuk antisipasi kami sudah ada beberpa program seperti polisi sahabat anak untuk usia kelompok belajar sedangkan untuk usia SMP dan SMA ada program patroli keamanan sekolah, selain itu ada program satu sekolah dua polisi," katanya.

Untuk menekan angka kecelakaan pada tanggal 3 Maret 2019 pihaknya akan menggelar Millenial Road Safety Festival untuk kembali mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa anak dibawah umur agar tidak mengendarai kendaraan bermotor.

Baca: Polres Gunungkidul Belum Tetapkan Tersangka terhadap Kecelakaan Mini Bus di Girisubo

Sementara itu dari data Unit Lakalantas Polres Gunungkidul selama 2018 ada 127 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak, beberapa diantaranya mengalami meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka.

"Rinciannya kecelakaan yang melibatkan usia rentan 10-15 tahun sebanyak 83 korbannya, sedangkan pelaku 44 orang. Yang meninggal ada 8 orang," Kata Kanit Laka, Polres Gunungkidul, Iptu Sony Yuniawan.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul Syarief Armunanto mengatakan, kecelakaan lalu lintas dibawah umur memang harus disikapi secara bijak. Penggunaan kendaraan oleh anak dibawah umur juga harus ditindaklanjuti, karena sangat berbahaya.

“Kami masih memiliki satu armada, nanti bisa digunakan untuk angkutan massal. Untuk rutenya, nanti kami bahas terlebih dahulu. Sejauh ini, dinas perhubungan sudah mengoperasikan dua unit armada angkutan gratis bagi pelajar. Kendaraan angkutan massal itu antar jemput siswa dan penumpang tidak dipungut biaya sepeserpun," katanya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved