Sport

Kriteria Atlet DIY untuk PON 2020 Bakal Diperketat

Djoko tak memungkiri, karena keterbatasan finansial, pihaknya mewacanakan, atlet-atlet yang berangkat ke Papua mendatang

Kriteria Atlet DIY untuk PON 2020 Bakal Diperketat
Istimewa
Pengurus KONI DIY bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, saat pembukaan RAT KONI DIY 2019, di Prime Plaza Hotel Jogjakarta, Sleman, Sabtu (23/2/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Program-program seperti Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) DIY menuju kualifkasi, atau Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, serta Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019, bakal menjadi fokus KONI DIY di tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, di sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2019, di Prime Plaza Hotel Jogjakarta, Sleman, Sabtu (23/2/2019).

Namun, menurutnya, konsentrasi untuk Pra PON memang lebih dititikberatkan.

"Konsentrasi tentu mengarah pada Pra PON, karena berhasil atau tidaknya di PON Papua nanti, ditentukan juga di kualifikasi ini," katanya.

Baca: Target Juara Umum Porda DIY 2019, Pemkab Sleman Siap Tingkatkan Bonus Bagi Atlet Peraih Medali

Terlebih, Djoko mematok target, bisa melebihi capaian di PON Jabar 2016 silam.

Sekadar informasi, dalam multi sport even tingkat nasional sebelumnya, DIY membukukan 16 medali emas, 16 perak dan 25 perunggu, sekaligus berhak duduk di 10 besar.

"Karena itu, harapannya bisa lebih banyak cabang olahraga (cabor) yang lolos, tapi dengan kriteria maksimal ya," cetusnya.

Djoko tak memungkiri, karena keterbatasan finansial, pihaknya mewacanakan, atlet-atlet yang berangkat ke Papua mendatang, kriterianya akan lebih diperketat. Sehingga, ia berharap, atlet yang bertanding di kualifikasi nanti, bisa benar-benar fight.

"Harus fight pasti ya, jadi bisa lolos ke PON, dengan target minimal juara tiga di Kejurnas. Terpenting, kita pacu atlet untuk meraih yang terbaik," ucapnya.

Baca: Resmi Jabat Ketua Umum Pengprov Amura DIY, Halimah Ingin Atlet Berjaya Hingga Level Internasional

"Secara kalkulasi kasar, dibutuhkan biaya Rp 40 juta untuk satu atlet. Berarti, kalau, 100 atlet, butuh Rp 4 miliar, lalu kalau 200 atlet, Rp 8 miliar, belum lagi di pemusatan latihan, itu yang banyak," imbuh Djoko.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi KONI DIY, Wesley Heince Parera Tauntu mengatakan, dalam RAT 2019 ini, disampaikan pula laporan program-program KONI DIY Tahun 2018, beserta laporan keuangan organisasi di sepanjang tahun lalu.

Selain itu, lanjutnya, dipaparkan juga, mengenai program-program yang telah dirancang oleh KONI DIY, untuk tahun 2019, yang di dalamnya meliputi rencana pelaksanaan Porda DIY 2019, yang dilangsungkan pada 10-18 Oktober mendatang. 

"Serta hal-hal lainnya, yang dianggap penting dalam organisasi, semuanya dibahas dalam rapat anggota ini," terang Wesley. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved