Deklarasi Anti Hoax dan Pemilu Damai, PGK DIY Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Internet

Dalam aksi tersebut, DPW PGK DIY mengajak masyarakat untuk berpartisipasi bersama dengan menandatangani deklarasi.

Deklarasi Anti Hoax dan Pemilu Damai, PGK DIY Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Internet
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Puluhan anggota Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW PGK DIY) menggelar Deklarasi Anti Hoax dan Pemilu Damai, Sabtu (23/2/2019) sore di Titik Nol Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjelang pesta demokrasi yang bakal dihelat pada 17 April 2019 mendatang,  sejumlah organisasi masyarakat melakukan aksi untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas.

Salah satu aksi yang dilakukan yakni oleh Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW PGK DIY).

Puluhan anggota Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW PGK DIY) menggelar Deklarasi Anti Hoax dan Pemilu Damai, Sabtu (23/2/2019) sore di Titik  Nol Yogyakarta.

Dalam aksi tersebut, DPW PGK DIY mengajak masyarakat untuk berpartisipasi bersama dengan menandatangani deklarasi.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya pemuda menggunakan internet dengan baik. Stop berita bohong atau hoax serta ayo galakkan pemilu damai 2019 demi mempererat persaudaraan dan membangun kerukunan berbangsa dan bernegara," kata Ketua PGK Eman Suherman di sela deklarasi kepada TribunJogja.com.

Eman menyebutkan hasil riset AJPII tahun 2017 sebanyak 142,7 juta jiwa pengguna internet di Indonesia sebanyak 49,52 persen adalah kelompok usia 19-34 tahun atau usia millenial.

"Urutan kedua 29,55 persen pengguna internet berusia 35-54 tahun dan dirutan ketiga usia 13-18 tahun mencapai 16,68 persen dan sisanya usia 54 tahun keatas mengakses internet 4,24 persen," jelasnya

Dikatakan menjelang Pilkada serentak 2017, 2018, bahkan pada Pilpres 2019 ini banyak pengguna internet memanfaatkan bukan pada porsinya.

"Banyak pengguna internet menyebarkan berita-berita bohong yang mengakibatkan perpecahan dikalangan masyarakat," lanjutnya.

Perpecahan dua kubu bahkan permusuhan, lanjutnya sudah jelas-jelas terlihat karena berbeda pandangan politik menjelang pilpres ini.

"Stop berita bohong atau hoax serta ayo galakkan pemilu damai 2019 demi mempererat persaudaraan dan membangun kerukunan berbangsa dan bernegara," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved