PT Patra Jasa Bersama Pemkot Yogyakarta Sepakat Bangun Kawasan Bisnis Terintegrasi

Penandatanganan MoU ini dilaksanakan pada hari Jumat (22/2/2019) di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

PT Patra Jasa Bersama Pemkot Yogyakarta Sepakat Bangun Kawasan Bisnis Terintegrasi
istimewa/dok.pri
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan PJ Direktur Utama PT Patra Jasa Hari Tjahya Wibowo 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta melakukan penandatanganan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Patra Jasa.

Penandatanganan MoU ini dilaksanakan pada hari Jumat (22/2/2019) di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, dan PJ Direktur Utama PT Patra Jasa, Hari Tjahya Wibowo, melakukan penandatanganan tersebut, serta disaksikan oleh Direktur Manajemen Aset PT Pertamina (Persero) M Haryo Yunianto.

Baca: Konstruksi Terminal Internasional di Bandara Baru Yogyakarta Sudah 71,6 Persen

Penandatanganan nota kesepakatan bersama ini dilakukan dalam rangka pengembangan kawasan Pariwisata dan Ekonomi yang berada di Kota Yogyakarta, yang akan dijadikan kawasan bisnis ter-integrasi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Kerjasama antara PT Patra Jasa dengan pemkot Yogyakarta dalam membangun kawasan ini, utamanya dalam pembangunan Sentra Ekonomi Kreatif diharapkan menjadi wadah bagi proses pengembangan seni dan budaya masyarakat Yogyakarta dan menjadi destinasi wisata baru bagi wisatawan," papar Hari Tjahya Wibowo.

Pihaknya pun menyatakan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta karena telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada Patra Jasa, untuk dapat membangun kawasan bersama, yang diharapkan akan dapat menunjang pertumbuhan pariwisata dan perekomonian wilayah Kota Yogyakarta.

"Kami juga berharap bahwa model kerja sama ini dapat menjadi contoh pengembangan kawasan bagi pemerintah kota daerah lainnya,” imbuh Hari.

PT Patra Jasa, anak usaha dari PT Pertamina (Persero), yang memiliki unit bisnis Property & Development, menangkap kesempatan ini sebagai salah satu potensi bisnis yang baik untuk pengembangan kawasan.

Kawasan seluas 3,9 hektar di Kawasan Baciro ini dibangun dengan tujuan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi, sesuai dengan visi Kota Yogyakarta, yaitu “Meneguhkan Kota Yogyakarta sebagai kota nyaman huni dan pusat pelayanan jasa yang berdaya saing kuat untuk keberdayaan masyarakat dengan berpijak pada nilai keistimewaan.”

Baca: Bupati Cantik Ini Batalkan Rekrut PPPK karena Pemkab Tak Bisa Bayar Gaji

Patra Jasa akan mengembangkan kawasan dengan membangun Convention Centre yang akan digunakan untuk layanan MICE (Meeting/Pertemuan, Incentive/Insentif, Convention/ Konvensi dan Exhibition/Pameran), Hotel dan Komersial Area serta pusat ekonomi kreatif bagi pengembangan UMKM.

Convention Centre tersebut akan menjadi yang terbesar di Yogyakarta dengan kapasitas menampung hingga 3000 orang.

Dengan adanya pengembangan Kawasan terpadu tersebut, diharapkan dapat menarik minat kunjungan wisatawan lokal hingga mancanegara, serta untuk mengembangkan berbagai macam kesepakatan bisnis.

Ke depannya, diharapkan dengan adanya pengembangan kawasan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Yogyakarta dan membantu peningkatkan perekonomian daerah serta menjadi ikon pariwisata baru di Yogyakarta. (*)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved