Kesehatan

Berdampak Meningkatkan Risiko Kematian, Segera Kurangi Konsumsi Makanan Ini

Menurut sebuah penelitian, makan lebih banyak makanan ultraproses, seperti minuman manis dan makanan siap saji, dapat meningkatkan risiko kematian.

Berdampak Meningkatkan Risiko Kematian, Segera Kurangi Konsumsi Makanan Ini
procaffenation.com
ilustrasi 

Makanan tersebut umumnya tinggi kalori, lemak, dan gula atau garam, serta rendah serat, yang menjelaskan kaitannya dengan risiko penyakit.

Baca: 5 Makanan Ini Ternyata Bisa Picu Stres

Selain itu, makanan tersebut cenderung mengandung berbagai bahan buatan yang mungkin juga berperan dalam beberapa kondisi.

Meskipun para ilmuwan sebelumnya mengaitkan makanan yang diproses ultra dengan banyak kondisi kesehatan, sampai sekarang, tidak ada yang meneliti dampaknya terhadap kematian secara keseluruhan.

Sebuah penelitian, yang dilaporkan dalam JAMA Internal Medicine, melihat celah untuk melakukan penelitian ini. 

Untuk menyelidiki, para ilmuwan mengambil data dari French NutriNet-Santé Study.

Secara total, mereka mengikuti responden 44.551 orang berusia 45 atau lebih untuk rata-rata 7,1 tahun.

Setiap sukarelawan mengisi formulir berbasis web yang menanyakan tentang asupan makanan mereka, dan mereka memberikan informasi tentang gaya hidup, berat badan, tinggi badan, tingkat aktivitas fisik, dan status sosial ekonomi mereka.

Para ilmuwan melihat bahwa orang yang mengonsumsi makanan ultraproses lebih tinggi dikaitkan dengan umur yang lebih muda, berpenghasilan lebih rendah, memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah, hidup sendiri, berolahraga lebih sedikit, dan memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi.

Baca: 7 Jenis Makanan yang Bisa Membantu Anda Diet Secara Alami

Seperti yang mereka perkirakan, bahkan setelah disesuaikan dengan sejumlah faktor, tingkat makanan ultraproses lebih tinggi dalam makanan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian karena semua penyebabnya.

Secara keseluruhan, orang yang mengonsumsi makanan ultraproses dan meningkat sebesar 10%, setara dengan peningkatan 14% dalam risiko kematian.

Halaman
123
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved