Gunungkidul

Peringatan Hari Sampah Nasional, Wabup Gunungkidul Imbau Masyarakat Ubah Stigma Sampah

Dirinya tidak mengira bahwa sampah dapat didaur ulang dan dapat memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat.

Peringatan Hari Sampah Nasional, Wabup Gunungkidul Imbau Masyarakat Ubah Stigma Sampah
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Masyarakat sekitar pantai kukup saat mencoba mendaur ulang sampah plastik menjadi berbagai kreasi bunga, Kamis (21/2/2019) 

"Untuk mencapai itu semua diperlukam pelatihan serta pendampingan kepada masyarakat. Tadi saya melihat ada beberapa kelompok yang sudah berkarya. Saya rasa akan kedepan lebih banyak masyarakat mengelola akan semankin baik," imbuh dia.

Baca: 1431 Pedukuhan di Gunungkidul Sudah Miliki Bank Sampah

Disingung mengenai sampah di kawasan pantai, Immawan mengaku prihatin.

Sebab saat ini jumlah sampah di kawasan wisata sangat luar biasa peningkatannya ditambah lagi sampah di kawasan pantai didominasi oleh sampah plastik dan sampah bekas kelapa muda yang cukup banyak.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Agus Priyanto mengatakan, produksi sampah saat ini setiap harinya mencapai 360 ton.

Sedangkan kapasitan pengelolaan sampah yang ada hanya mampu menampung 36 ton atau 10 persen.

Untuk mengatasi masalah itu pihaknya akan membangun tempat pengelolaan sampah akhir di Banjarejo.

Dengan segala teknologi yang nantinya ada ia optimis masalah sampah yang ada dapat teratasi.

"Ke depannya kita akan menyarankan setiap desa mempunyai bank sampah. Sehingga selain mengatasi masalah sampah juga mampu menjadi pemasukan bagi desa melalui BUMDes. Kita juga akan komunikasi dengan kepala desa di 144 desa yang ada kita harapkan mempunyai bank sampah yang tersinergi dengan BUMDes," pungkas dia.

Baca: China Tutup Base Camp Pendakian ke Gunung Everest karena Banyak Sampah

Dalam acara tersebut juga menyajikan Pasangan pengantin Pantai Kukup yang diperagakan oleh Dimas Diajeng Gunungkidul dengan delapan orang pengiring warga Pantai Kukup.

Semuanya mengenakan baju daur ulang yang dibuat oleh pegiat Bank Sampah yang tergabung dalam Perkumpulan Yogyakarta Green and Clean (PYGC).

Halaman
123
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved