Kota Yogyakarta

Kelurahan Giwangan Kembangkan Potensi Wisata

Kelurahan Giwangan memperoleh anggaran sebesar Rp 300juta dari OPD yang menempel pada kecamatan, dalam hal ini kecamatan Umbulharjo.

Kelurahan Giwangan Kembangkan Potensi Wisata
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat menyampaikan poin penting penggunaan anggaran kelurahan dalam Workshop Data Kemiskinan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Yogyakarta, Kamis (21/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lurah Giwangan Anggit Safrudin menjelaskan bahwa Kelurahan Giwangan memperoleh anggaran sebesar Rp 300juta dari OPD yang menempel pada kecamatan, dalam hal ini kecamatan Umbulharjo.

Selain itu juga terdapat dana LPMK di Kelurahan Giwangan sebesar Rp 89juta.

"Itu yang bisa kita kembangkan untuk fisik, nonfisik, dan pemberdayaan. Misalkan pengembangan wisata, gelar potensi seni dan budaya maupun UMKM," ujarnya, Kamis (21/2/2019).

Baca: Penggunaan Anggaran di Kelurahan Harus Tonjo

Sementara itu, untuk dana lain baik dari OPD maupun Pemda DIY, dijelaskan Anggit bisa dianggarkan secara langsung pada program tertentu misalkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

"Kalau untuk tahun ini ada Rp 110 juta yang khusus untuk pemberdayaan di kelurahan, lainnya ada di kecamatan," ungkapnya.

Anggit mengatakan, Kelurahan Giwangan memiliki potensi yang besar di sektor wisata. Beberapa hari yang lalu, pihakhya telah meluncurkan wisata susur sungai di Taman Pleretan Tirto Wolulas.

Namun sebelumnya, pihaknya juga tengah merancang kawasan agro wisata di Sanggrahan, tepatnya di RW 10.

"Kami ada pengembangan Kampung agro nuntuk kelengkeng di Sanggarahan. Itu sudah jalan, dan beberala kali panen. Panen pertama dihadiri Pak Wagub, Pak Wali, Dandim, dan Kapolres," ucapnya.

Baca: Tingkatkan Lama Kunjungan Wisatawan, Pemkot Yogya Maksimalkan Peran Kampung Wisata

Anggit menambahkan, pohon kelengkeng ditanam di sepanjang jalan, baik sisi kanan maupun kiri, di halaman kantor, depan masjid kelengkeng dan di depan rumah.

"Kalau sudah tinggi, jalan menjadi rimbun di bawah pohon kelengkeng," ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, ia bersama LPMK tengah memikirkan kemasan wisata di sentra kelengkeng tersebut, terutama ketika masa panen tiba.

"Nantinya wisatawan bisa petik sendiri. Tapi ini masih belum, masih panen rame-rame saja. Juga sedang dipikirkan akan diolah menjadi kelengkeng kaleng atau seperti apa nantinya. Harapannya ini bisa meningkatkan pendapatan warga sekitar," ujarnya kepada Tribun Jogja.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved