Yogyakarta

Bedah Program Capres-Cawapres, Satya Yudha: Infrastruktur Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Energi

Satya Widya Yudha menekankan infrastruktur dan daya beli sebagai kunci ketahanan energi serta pangan.

Bedah Program Capres-Cawapres, Satya Yudha: Infrastruktur Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Energi
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Satya Widya Yudha (kanan) bersama Jhonny Plate mewakili TKN Jokowi-Ma'ruf dalam Talkshow Bedah Program Capres-Cawapres #2 di FISIPOL UGM, Kamis (21/02/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mewakili TKN Jokowi-Ma'ruf dalam Talkshow Bedah Program di FISIPOL UGM, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha menekankan infrastruktur dan daya beli sebagai kunci ketahanan energi serta pangan.

Ini berbeda dengan Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi Sudirman Said, yang menyatakan pemerintah saat ini kurang memprioritaskan eksplorasi, diversifikasi, dan konservasi energi.

Baca: Perang Dagang AS-China - Ekonomi Asia Tenggara Terpukul, hanya Indonesia yang Bertahan Tumbuh

"Selain ketahanan, kemandirian energi dan pangan sangat tergantung pada permintaan-penawaran dalam negeri," kata Satya, Kamis (21/02/2019).

Bagi Satya kelayakan infrastruktur akan mempermudah proses distribusi dan pemerataan suplai energi dan pangan ke rakyat.

Baca: Lebih Dekat dengan Rizki Rahma Nurwahyuni, Dalang Cantik dari Yogyakarta

Hal ini pada akhirnya akan turut mempengaruhi kestabilan harga produk energi dan pangan.

Kemandirian energi dan pangan ini nantinya, menurut Satya, akan mendorong daya beli masyarakat lebih meningkat.

"Pertumbuhan ekonomi rakyat meningkat dan merata, itu tujuan pemerintah saat ini," kata politisi Partai Golkar ini.

Baca: Bedah Program Capres-Cawapres, Sudirman Said: Kita Hanya Sibuk Produksi dan Konsumsi Energi

Satya justru ingin paradigma pemerintah RI terkait pengelolaan energi harus berubah jadi pendapatan negara, bukan lagi sebagai agregat ekonomi.

Begitu juga dengan perubahan paradigma dari pemanfaatan sumber energi fosil ke bio energi yang bersifat terbarukan.

"Jika Indonesia ingin menjadi Big 4 ekonomi dunia setelah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, hal tersebut harus jadi prioritas," tegas Satya.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved