Nasional

Bahas Kesejahteraan, Presiden Jokowi Undang Serikat Pekerja Perkebunan ke Istana

Presiden ingin mendengar langsung persoalan-persoalan yang dihadapi para pekerja perkebunan di Indonesia.

Bahas Kesejahteraan, Presiden Jokowi Undang Serikat Pekerja Perkebunan ke Istana
istimewa
Presiden Joko Widodo pada Kamis, 21 Februari 2019, mengundang pengurus dan perwakilan dari Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN). 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Joko Widodo pada Kamis, 21 Februari 2019, mengundang pengurus dan perwakilan dari Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN).

Presiden ingin mendengar langsung persoalan-persoalan yang dihadapi para pekerja perkebunan di Indonesia.

Baca: Perang Dagang AS-China - Ekonomi Asia Tenggara Terpukul, hanya Indonesia yang Bertahan Tumbuh

Sebanyak 16 pengurus FSPBUN dengan diketuai oleh Tuhu Bangun diterima Presiden di Istana Merdeka, Jakarta.

"Beliau mengundang para pengurus Serikat Pekerja untuk menanyakan persoalan-persoalan dari perkebunan," tutur Menteri BUMN, Rini Soemarno, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, yang mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Rini menjelaskan, Presiden Joko Widodo menitipkan pesan agar aset-aset Perkebunan Nusantara yang jumlahnya mencapai kurang lebih satu juta hektare untuk dapat dijaga sekaligus dikembangkan.

Baca: Lebih Dekat dengan Rizki Rahma Nurwahyuni, Dalang Cantik dari Yogyakarta

"Sehingga Perkebunan Nusantara itu bisa memberikan kesejahteraan kepada karyawannya maupun masyarakat sekelilingnya dan juga negara," imbuhnya.

Persoalan kesejahteraan karyawan juga didengar langsung oleh Presiden selama pertemuan.

Kepada Menteri BUMN, Presiden menekankan betul agar Perkebunan Nusantara memerhatikan kesejahteraan karyawan.

Salah satu upaya yang terpikir lewat dialog tersebut ialah dengan memberikan hak kelola lahan bagi para karyawan yang telah mengabdi dan bekerja di Perkebunan Nusantara selama beberapa tahun ke belakang.

"Bapak Presiden meminta kepada saya supaya karyawan-karyawan dari perkebunan ini yang sudah mengabdi 10 tahun ke atas bisa mendapatkan lahan 1.000 meter persegi sehingga mereka mendapatkan ketenangan tinggal di sana dan punya tempat tinggal yang permanen. Komitmen mereka untuk menjaga kebun-kebun ini juga menjadi tinggi," tambahnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved