Yogyakarta

Jelajah Kebangsaan, Upaya Merawat Kebhinekaan di Tengah Tantangan Demokrasi

Semangat kebangsaan mendapat tantangan melalui globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, karena kaburnya batas-batas antar wilayah.

Jelajah Kebangsaan, Upaya Merawat Kebhinekaan di Tengah Tantangan Demokrasi
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Dialog Kebangsaan seri V yang digelar oleh Gerakan Suluh Kebangsaan bersama PT KAI, Selasa (19/2/2019) malam di Stasiun Tugu Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Gerakan Suluh Kebangsaan didukung dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali melanjutkan program Jelajah Kebangsaan dalam mengokohkan pilar kebangsaan pada kalangan masyarakat jelang pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Selasa (19/2/2019) malam bertempat di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Dialog Kebangsaan Seri V dengan tema 'Mengokohkan Kebangsaan Merawat Patriotisme, Progresivitas, dan Kemajuan Bangsa' kembali digelar.

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD mengatakan, kecintaan kepada bangsa dan watak patriotik menjadi sesuatu yang mutlak ditanamkan terutama bagi kalangan muda.

Terutama, lanjut dia, menjelang penyelenggaran pesta demokrasi pada April mendatang.

Baca: STIE Mitra Indonesia Siapkan Mahasiswa yang Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Banyak upaya-upaya yang datang untuk menggerus persatuan dan kebhinekaan di tengah masyarakat.

"Ancaman perpecahan itu nyata, misalnya saling tuding dan caci maki, itu sangat berbahaya sekali terhadap kelangsungan demokrasi," ungkapnya.

Mahfud memaparkan, perbedaan pilihan yang ada seharusnya tidak menjadi dasar untuk saling bertikai dan memojokkan satu dengan yang lain.

"Pemilu adalah proses mencari pemimpin bersama, mari kita bangun demokrasi dan patriotisme yang dulu banyak bersemi dan berkembang di Yogyakarta," imbuhnya.

Sementara, Alissa Wahid yang turut hadir dalam kesempatan itu menjelaskan, era disrupsi yang terjadi di saat sekarang juga akan berpotensi dalam menggerus nilai-nilai kebangsaan.

Baca: Mahfud MD Sebut karena Pemilu Banyak Orang Bertikai dan Saling Mengkafirkan

Semangat kebangsaan mendapat tantangan melalui globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, karena kaburnya batas-batas antar wilayah.

"Makanya kita di saat sekarang ditantang untuk bisa menderma dan menjadi patriot bagi negara serta berani melompati pagar batas demi menjaga potensi perpecahan," tegasnya.

Dalam Dialog Kebangsaan Seri V kali ini, juga turut hadir sejumlah nama dan tokoh lain yang membahas dan mendorong nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air.

GKR Mangkubumi, Prof Dr M Amin Abdullah, KH Malik Madani, serta Rohaniwan Romo Benny Susetyo, Pr membicarakan dan mengimbau generasi muda agar tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan.

Jelajah kebangsaan akan dilangsungkan di sembilan stasiun berbeda dengan tetap mengupayakan serta mempererat simpul-simpul kebangsaan.

Sebelumnya, kegiatan ini telah digelar di stasiun Merak dengan tema kebhinekaan, Gambir dengan tajuk Indonesia emas, Cirebon yang mengambil Inklusifisme, dan Purwokerto bertema Nalar Sehat. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved