Debat Capres 2019

Ringkasan Buku 'Why Nations Fail' yang Dibawa Prabowo Saat Debat Presiden 2019

Ringkasan Buku 'Why Nations Fail' yang Dibawa Prabowo Saat Debat Presiden 2019

Ringkasan Buku 'Why Nations Fail' yang Dibawa Prabowo Saat Debat Presiden 2019
AKBAR NUGROHO GUMAY
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat kedua yang hanya diikuti capres tanpa wapresnya itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww. 

TRIBUNJOGJA.COM - Calon presiden Prabowo Subianto mengaku membawa buku "Why Nations Fail" di debat presiden 2019 putaran dua, Minggu (17/2/2019).

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Prabowo saat menjawab pertanyaan para awak media setelah acara debat berakhir.

Saat menemui media di kawasan Hotel Sultan, tempat dilangsungkannya acara debat presiden 2019, Prabowo sempat ditanya buku apa yang dia bawa saat acara debat.

Baca: Selesai Debat Presiden 2019, Prabowo Ingin Makan Bakmi Rebus

Prabowo sempat membawa satu buku saat mengikuti jalannya debat, dia mengaku jika sedang membaca dan mempelajarinya.

"Tadi bawa buku apa, Pak?" tanya seorang wartawan.

"Itu buku yang sedang saya baca, judulnya "Why Nations Fail," kata Prabowo, dikutip Tribunjogja.com dari siaran langsung Kompas TV.

Menurut penelusuran, "Why Nations Fail" merupakan buku karya Daron Acemoglu dan James Robinson.

Dilansir dari laman Whynationfail.com, buku ini berisi tentang ulasan komprehensif soal adanya negara kaya dan negara miskin, ditinjau dari beberapa faktor, misalnya kekayaan dan kemiskinan, kesehatan dan penyakit, serta makanan dan kelaparan.

Baca: Tengah Malam, Jokowi Kunjungi Nelayan di Semarang Hanya Berdua dengan Sopir

Menurut penulis, adanya fenomena ini bukan soal budaya, nasib, bahkan takdir, melainkan adanya lembaga ekonomi dan politik yang dibuat dan dijalankan oleh manusia, yang menjadi dasar kesuksesan ekonomi.

Disebutkan bahwa Korea menjadi satu dari sederet contoh pembuktian bahwa aktor intelektual berpengaruh terhadap kemajuan negara.

Halaman
12
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved