Yogyakarta

Penyaluran Dimonopoli PLN Jadi Kendala Investasi Energi Terbarukan

Jerman menawarkan investasi energi terbarukan pada Pemprov DIY. Meski canggih, namun dari penyaluran listrik masih dimonopoli oleh PLN.

Penyaluran Dimonopoli PLN Jadi Kendala Investasi Energi Terbarukan
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Dubes Jerman Untuk Indonesia, Peter Schoof usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Jumat (15/2/2019). Jerman menawarkan kerjasama energi terbarukan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DIY, Arif Hidayat menjelaskan, pihak pemerintah Jerman menawarkan pakar mengenai energi terbarukan ramah lingkungan.

Meski teknologi canggih dan merupakan energi terbarukan, namun dalam segi penyaluran listrik masih dimonopoli oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Baca: Prabowo Sebut Harga Daging dan Beras Indonesia Termahal di Dunia, Jokowi: Silakan Cek Kebenarannya

“Hal ini yang masih menjadi kendala dalam hal proyek energi terbarukan di Indonesia termasuk DIY,” ujarnya pada Tribunjogja.com, Jumat (15/2/2019).

Sebenarnya, tempat untuk pembangkit listrik dengan energi terbarukan ini sudah ada di Yogyakarta.

Diantaranya adalah pembangkit listrik tenaga angin di Bantul, serta ombak, biotermal, biofuel di pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulonprogo.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

“Hanya sekali lagi jika sudah menjadi energi yang dijual ke masyarakat harus berhadapan dengan PLN sebagai pemegang monopoli,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga berdiskusi dengan Jerman untuk menciptakan ekosistem yang bagus untuk energi terbarukan di Indonesia dan DIY.

Hal tersebut perlu rumusan kebijakan dan solusi dari tingkat nasional untuk persoalan ini.

“Kalau daerah mengikuti regulasi pusat dan bagaimana pusat mengetahui kondisi ini untuk mempermudah daerah mengimplementasikannya,” jelasnya.

Penyederhanaan dan kemudahan untuk penyaluran ini terkait ketersediaan energi dan investasi asing dalam negeri.

Baca: Jerman Tawarkan Kerjasama Energi Terbarukan ke Pemprov DIY

Regulasi diperlukan untuk menyederhanakan penyaluran produk energi terbarukan ke masyarakat.

Perlu penggodokan regulasi yang matang untuk penyederhanaan ini.

“Sebelumnya PLN tergantung dari  aturan-aturan tidak boleh menjual energi listrik. Harga perkwh segini investor maunya segini, maka bagaimana kita pintar cari solusi agar dijangkau masyarakat,” ulasnya.

Pemerintah Jerman menawarkan investasi energi terbarukan yang ramah lingkungan kepada pemerintah DIY.

Energi terbarukan ini berupa pembangkit listrik berkapasitas besar untuk mencukupi pasokan listrik di masyarakat.

Baca: 2 Mahasiswa UGM Kembangkan Lampu Darurat Hemat Energi

Hal tersebut disampaikan oleh  Dubes Jerman Untuk Indonesia, Peter Schoof usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Jumat (15/2/2019).

Peter menyebutkan, investasi untuk energi terbarukan ini terbuka lebar.

“Dalam kesempatan ini kami bertemu untuk mengutarakan kesempatan peluang kerjasama investasi energi terbarukan dan konservasi lingkungan,” urai Peter Schoof.

Dia mengatakan, kerjasama ini juga mencakup manajemen pengelolaan sampah.

Serta, banyak hal yang dibicarakan terkait dengan isu lingkungan energi terbarukan di Indonesia.

Dia berharap pertemuan kali ini bisa ditindaklanjuti dengan kerjasama Indonesia-Jerman di masa datang.

“Banyak kerjasama dilakukan dalam hal itu dan pengembangan investasi terbuka lebar untuk hal ini,” paparnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved