Soccer Style
Meski Kalah, Pelatih PSS Akui Ada Progres
Saat pertandingan berusia 73 menit, Super Elang Jawa kembali memiliki kesempatan mengejar ketertinggalan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SAMARINDA - PSS Sleman harus mengakui keunggulan Borneo FC, dengan skor tipis 1-0, dalam leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia 2018, di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (15/2/2019).
Gol tunggal Lerby Aliandry via eksekusi penalti, membuat Laskar Sembada harus berjuang ekstra keras di leg kedua, yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (20/2/2019) mendatang.
Meski meraih hasil yang kurang memuaskan, Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro mengaku melihat progres bagus dari permainan anak asuhnya.
Benar saja, walaupun hanya membawa 15 pemain, plus tanpa legiun asing, tim besutannya mampu merepotkan Borneo FC.
"Saya tidak merasa puas, atau tidak puas dari hasil ini. Tapi, lebih melihat ke tim kami. Artinya, ada progres di sana, cara bermain ada perubahan dibanding lawan Barito (Putera) kemarin. Ini hal positif buat kami," ucapnya.
Baca: PSS Sleman Tetap Puas Meski Kalah dari Borneo FC di Leg Pertama Babak 16 Besar Piala Indonesia 2018
Mantan juru taktik PSIM Yogyakarta itu mengatakan, kekalahan ini sama sekali tidak menyurutkan motivasi pasukannya, menghadapi pertemuan kedua, pekan depan.
Walau begitu, ia memastikan, turnamen ini memang difokuskan untuk pematangan tim.
"Pasti, keinginan untuk memenangkan pertandingan pasti ada di leg kedua nanti. Tapi, bagaimanapun juga, kami lebih perhatikan cara kami bermain. Mungkin, proses kebobolan kita hari ini, akan menjadi bahan evaluasi bagi kami," cetusnya.
Sementara itu, Pelatih Borneo FC, Fabio Lopez menilai PSS sebagai lawan yang cukup merepotkan bagi tim besutannya.
Menurutnya, klub yang identik dengan warna hijau tersebut, menunjukkan performa apik, khususnya dalam hal membaca permainan.
"Ini pertandingan ketat dan keras. PSS lawan bagus, mereka punya kemampuan membaca permainan yang apik. Tapi, pemampilan kita tidak kalah bagus dan berhasil memenangkan pertandingan," tuturnya.
Baca: Gol Penalti Lerby Menangkan Borneo FC atas PSS Sleman
Allenatore asal Italia itu tidak memungkiri, setelah unggul satu gol, terutama di babak ke dua, dirinya lebih memilih mengamankan hasil.
Bagaimana tidak, sejak awal interval waktu ke dua, lini belakang Borneo FC, terus-menerus mendapat teror dari PSS.
"Memang, saya instruksikan untuk menunggu dan bermain lebih dalam sekitar 10 meter, untuk menahan serangan PSS. Sebenarnya, kita punya banyak peluang juga, tapi gagal jadi gol," terangnya.
Di awal laga, PSS kesulitan keluar dari tekanan tim tuan rumah.
Walau begitu, peluang pertama berhasil diciptakan pada menit 23. Akan tetapi, sepakan Haris Tuharea, hasil one-two cemerlang dengan Sidik Saimima, masih menerpa tiang gawang.
Hanya berselang satu menit, petaka bagi PSS datang, saat Bagus Nirwanto melakukan tekel keras terhadap Wahyudi Hamisi di kotak terlarang.
Wasit tanpa ampun menunjuk titik putih. Lerby yang maju sebagai algojo, menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Menjelang turun minum, Borneo FC nyaris menggandakan keunggulan.
Beruntung, Ega Rizky begitu cekatan mengamankan gawangnya dari sontekan keras Javlon Guseynov yang sudah berdiri bebas di area kiper, memanfaatkan tendangan bebas Asri Akbar.
Baca: Eks Pemain PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman Selangkah Lagi Menyeberang ke Persis Solo
Memasuki babak ke dua, Rangga Muslim masuk menggantikan Ricky Kambuaya yang mengantongi satu kartu kuning.
Pada menit 58, Kushedya Hari Yudo mendapat peluang emas mengejar defisit satu gol dari tuan rumah melalui sebuah serangan balik cepat.
Dengan penuh percaya diri, solorun eks penyerang Kalteng Putra tersebut, sukses mengobrak-abrik lini pertahanan Borneo FC yang digalang Jan Lammers.
Sayang, sepakan keras yang dilepaskannya, mampu dihalau dengan gemilang oleh Gianluca Claudio.
Saat pertandingan berusia 73 menit, Super Elang Jawa kembali memiliki kesempatan mengejar ketertinggalan.
Namun, kecemerlangan kiper kembali memupuskan upaya PSS, usai menepis sepakan keras Sidik, yang berupaya menyambar bola liar di kotak penalty.
Seakan ingin mengamankan keunggulan satu golnya, Diego Michiels dan kolega pun memilih bermain lebih bertahan di sisa laga, dengan menerapkan defensive line rendah.
Terang saja, hal tersebut membuat anak-anak Sleman kesulitan menembus final third lawan.
Daya juang tinggi yang ditunjukkan Laskar Sembada sampai menit akhir, masih gagal merubuhkan benteng kokoh tuan rumah.
Praktis, hingga sang pengadil meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, keunggulan satu gol Borneo FC, tetap tidak bergeser. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/borneo-fc-vs-pss-sleman.jpg)