Kecepatan Gempa Palu 4,1 Km per Detik, Resmi Dinyatakan sebagai Fenomena Supershear

Dua studi membuktikan gempa Palu yang terjadi 28 September 2018 merupakan peristiwa gempa supershear langka. Kecepatannya mencapai 4,1 km per detik

Kecepatan Gempa Palu 4,1 Km per Detik, Resmi Dinyatakan sebagai Fenomena Supershear
K Purnomo/Kompas.com
Presiden Joko Widodo mengunjungi Perumnas Balaroa, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala dan Palu mengakibatkan ribuan korban dan banyak bangunan rusak. 

Kecepatan Gempa

Salah satu data yang membuktikan bahwa gempa Palu tergolong supershear adalah adanya data gempa susulan dari citra satelit yang menunjukkan gempa bergerak sejauh 150 kilometer hanya dalam 35 detik.

Hal ini dibuktikan oleh ahli dari Universitas California, Los Angeles (UCLA). Mereka menggunakan data teleseismik dan penginderaan jarak jauh gempa untuk menghasilkan pencitraan terperinci dari proses patahan. Data itu menunjukkan kecepatan gempa palu 4,1 kilometer per detik.

Kecepatan Gempa Supershear
Kecepatan Gempa Supershear ()

Sementara itu, studi lain yang dilakukan ilmuwan Université Savoie Mont Blanc di Perancis menambahkan detail tambahan pada struktur patahan.

Mereka menggunakan citra satelit untuk memetakan patahan utama dan struktur sekunder yang terkait gempa. Dari sini mereka menemukan gambar yang memperlihatkan bagian masalah dan sebelumnya tidak dijelaskan dengan kompleks.

Gambar itu menunjukkan goncangan meluas ke selatan dengan total jarak 180 kilometer, didorong oleh dua ketegangan utama dan langsung turun ke 30 kilometer tepat di Palu.

Garis lurus yang relatif pendek dan sangat halus tampaknya menjadi penyebab utama gempa supershear yang bergerak dengan kecepatan tinggi.

"Bahkan dengan masalah tersebut, gempa dapat langsung berubah menjadi supershear dengan cepat," kata seismolog UCLA Lingsen Meng.

Apakah bencana ini bisa terulang di Palu?

Sejujurnya, tidak ada yang dapat memastikan. Para seismolog masih memiliki PR banyak untuk memprediksi secara akurat ukuran getaran.

Namun, gempa supershear yang terjadi di patahan Palu-Koro setidaknya akan membantu mengidentifikasi potensi bencana yang lebih akurat di masa depan. (Gloria Setyvani Putri/Kompas.com)

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved