Yogyakarta

Kebutuhan Linmas untuk Pemilu di Yogyakarta Kurang 5.000 Personel

Kebutuhan anggota perlindungan masyarakat (linmas) untuk pemilihan umum (Pemilu) mencapai 30.255 personel.

Kebutuhan Linmas untuk Pemilu di Yogyakarta Kurang 5.000 Personel
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 

Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono menjelaskan, pihaknya bersama dengan Gubernur berusaha mencari solusi bersama agar penyenggaraan kampanye dan pemilu bisa berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Diantaranya, pihaknya juga mendukung adanya razia para peserta kampanye yang tidak menggunakan helm dan juga memakai knalpot blombongan.

Razia dari pihak kepolisian ini juga dimaksudkan agar para peserta kampanye juga steril membawa senjata tajam.

Baca: Sleman Kekurangan Linmas untuk Amankan Pemilu

Di sisi lain, pihaknya juga memetakan kerawanan pemilu.

Kerawanan ini terkait dengan pemilih, politik uang dan juga netralitas ASN.

Pihaknya pun tengah membangun kantong-kantong desa anti politik uang.

Di Gunungkidul misalnya, ada 18 desa sebagai kantong anti politik uang.

Masing-masing kecamatan ada satu perwakilan desanya.

“Jadi nanti ada inisiatif gerakan melawan politik uang berbasiskan desa yang menjadi desa anti politik uang. Nanti akan kami launching,” urainya.

Beberapa hal lain, pihaknya juga akan membuat surat edaran terkait netralitas ASN, TNI, Polri, dalam pemilu. 

Pasalnya, netralitas ini juga cukup berpengaruh pada kerawanan pemilu yang akan digelar tahun 2019 ini. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved