Yayasan Marsudirini Yogyakarta Gelar Imlekulata 2019

Imlekulata 2019 merupakan pentas seni sebagai ajang unjuk kreativitas warga sekolah untuk ikut memeriahkan Imlek.

Dok.pri
Kemeriahan Imlekulata, pentas seni yang digelar Yayasan Marsudirini Cabang Yogyakarta untuk memeriahkan Imlek 2019 di SMP Imaculata Marsudirini, Sabtu (9/2/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yayasan Marsudirini Cabang Yogyakarta menggelar Imlekulata 2019, yang terpusat di SMP Imaculata Marsudirini.

Imlekulata 2019 merupakan pentas seni sebagai ajang unjuk kreativitas warga sekolah untuk ikut memeriahkan Imlek.

Humas Yayasan Marsudirini Cabang Yogyakarta, Y Sigit Prasetyo, mengatakan Imlekulata diawali dengan misa di gereja Kidul Loji, sebagai bentuk syukur atas rejeki yang diberikan Tuhan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pawai barongsai keluar sekolah di sekitar Jalan Brigjen Katamso, untuk menghibur masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pentas seni di sekolah yang diisi oleh siswa yang tergabung dalam berbagai ekstrakurikuler sekolah.

"Imlekulata ini merupakan realisasi dari pendidikan multikultural di sekolah. Yayasan Marsudirini Cabang Yogyakarta terdiri dari 4 sekolah, TK Mater Dei, SD Marsudirini, SMP Imaculata Marsudirini, dan SMA Santa Maria, sebagian merupakan etnis Tionghoa. Jadi kami ikut berpartisipasi dalam merayakan Imlek,"katanya, Sabtu (9/2/2019).

Sigit menjelaskan selain untuk mengembangkan kreativitas siswa melalui pentas seni di sekolah, Imlekulata juga diharapkan mampu menambah pengetahuan dan wawasan budaya.

Melalui Imlekulata, siswa juga diharapkan mampu menyadari keberagaman dan menanamkan prinsip kebersamaan.

"Melalui Imlekulata, siswa mendapat pengalaman nyata bahwa Indonesia terdiri dari beragam budaya, sehingga siswa juga menyadari adanya perbedaan. Dan akhirnya siswa dapat mengeksplorasi perbedaan itu sebagai sesuatu yang indah, dan dapat menumbuhkan rasa saling menghormati, menghargai, dan toleransi dalam masyarakat yang mejemuk," jelasnya.

Tidak hanya berbagai pentas seni, Imlekulata juga sebagai ajang untuk belajar demokrasi. Belajar demokrasi diwujudkan dalam kampanye ketua OSIS dan dilanjutkan dengan pemilihan ketua OSIS.

"Karena ini siswa sedang kumpul semua, sekalian dilakukan pemilihan ketua OSIS. Jadi siswa juga mendengarkan kampanye dari masing-masing kandidat, kemudian memilih mana yang menurutnya yang terbaik,"paparnya.

"Di tahun politik ini, rasanya juga pas untuk mengajari siswa untuk demokrasi, untuk berpendapat, dan untuk memilih. Harapannya nanti setelah lulus, siswa juga bisa menerapkan pendidikan multikultural dan pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved