Bantul

Bupati Suharsono Cek Kelaikan Kendaran Dinas Pejabat Setda Bantul

Namun sayang ia mengaku belum merinci secara detail berapa jumlah kendaraan yang sudah tidak laik.

Bupati Suharsono Cek Kelaikan Kendaran Dinas Pejabat Setda Bantul
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bupati Suharsono melakukan pengecekan kendaraan dinas pejabat Lingkungan Setda 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Bupati Bantul Drs Suharsono menggelar apel kendaraan pejabat lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini dilakukan untuk mendata dan mengecek secara langsung kelaikan kendaraan dinas.

"Fungsinya untuk mengecek [pejabat] yang dikasih pinjaman inventarisasi kendaraan dirawat atau tidak," ujar Suharsono ditemui ketika melakukan pengecekan kendaraan dinas di halaman Rumah Dinas, di Trirenggo Bantul, Jumat (8/2/2019).

Baca: Bupati Bantul : Laporkan, Bila ada Warga Bantul Kurang Mampu dan Butuh Bantuan

Selain pengecekan, Suharsono juga mengaku sedang mendata semua kendaraan dinas dilingkungan pemerintah kabupaten Bantul yang sudah tak terpakai dan tidak laiak jalan.

Kendaraan tersebut menurutnya akan segera dilelang.

"Ibarat makanan, yang sudah Expired (kadaluarsa) dikurangi dengan dilelang. Karena tiap tahun ada anggaran pemeliharaan dan bensin padahal (kendaraan) sudah tidak di pakai," tuturnya.

"Maka itu kami akan data kendaraan dinas semua SKPD (satuan kerja perangkat daerah)," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset BKAD Bantul M Anas Jauhari mengungkapkan total kendaraan dinas dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul berjumlah 131 Kendaran.

Terdiri dari roda dua, roda tiga, roda empat dan roda enam.

Baca: Terancam Ditutup, Bupati Bantul Ingin Aneka Dharma Tingkatkan Kualitas

Dari total jumlah kendaraan tersebut, ada sejumlah kendaraan dinas yang dianggap sudah tidak laiak pakai terutama sepeda motor.

Namun sayang ia mengaku belum merinci secara detail berapa jumlah kendaraan yang sudah tidak laik.

"Sepeda motor banyak yang sudah tidak layak. Tapi jumlah berapanya, kami belum mendata," ungkap Anas.

Kendaraan dinas yang sudah tidak laik, Anas memastikan akan segera dilelang. Seperti tempo waktu yang lalu, ia mengaku telah melakukan lelang kendaran sepeda motor jenis Honda Win dengan harga yang cukup tinggi.

"Kemarin kalau nggak salah kami sudah melelang 6 kendaraan motor Win. Harga satuannya laku Rp 7 juta rupiah. Ini kalau sudah didata nanti kami lelang," jelas dia.(TRIBUNJOGJA.COM).

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved