Nasional

Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina Disebut Berasal dari Indonesia, Ini Langkah Dari Kemenlu

Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina Disebut Berasal dari Indonesia, Ini Langkah Dari Kemenlu

AFP / NICKEE BUTLANGAN
Aparat Filipina memeriksa lokasi ledakan bom di dalam gereja Katolik di Jolo, Provinsi Sulu, sehari setelah insiden, Senin (28/1/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Filipina melalui Mendagri Filipina Eduardo Ano menyebut pelaku bom bunuh diri di gereja yang ada di Pulau Jolo, Filipina berasal dari Indonesia.

Namun, hingga saat ini Pemerintah Indonesia belum bisa mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Natsir mengatakan, Kemenlu belum dapat mengkonfirmasi berita mengenai kemungkinan keterlibatan 2 WNI dalam aksi teror bom di gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina Selatan.

Hal ini disampaikan Armanatha menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano yang menyebut suami istri asal Indonesia sebagai pelaku.

"Menlu RI tengah mencoba berkomunikasi dengan berbagai pihak di Filipina untuk memperoleh konfirmasi," kata Armanatha dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/1/2019).

Baca: Gembong Narkoba Asal Prancis yang Kabur Kembali Tertangkap, Tersangka Kembali Hendak Sogok Petugas

Baca: Lima Jam Dimintai Keterangan, Rocky Gerung Jelaskan Makna Fiksi

Armanatha menambahkan, KBRI di Manila maupun KJRI di Davao City juga tengah berusaha mendapatkan konfirmasi dari informasi tersebut.

Informasi terakhir yang diterima dari pihak Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dan komando militer Western Mindanao Command (Westmincom), pelaku pemboman di Jolo sampai saat ini belum teridentifikasi identitas maupun kewarganegaraannya.

Sebelumnya, Mendagri Filipina Eduardo Ano mengatakan, dua pelaku serangan bom bunuh diri di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina berasal dari Indonesia.

Disampaikan Ano, Jumat (1/2/2019), pihak militer telah memastikan bahwa insiden ledakan dua bom di Gereja Jolo di Provinsi Sulu pada Minggu (27/1/2019), lalu merupakan bom bunuh diri yang dilakukan dua orang.

Baca: Hingga Pekan Ketiga Januari Ada 77 Kasus DBD di DIY, Dinas Kesehatan Belum Tetapkan KLB

Insiden bom ganda tersebut telah menewaskan 22 orang dan melukai 100 orang lainnya. "Yang bertanggung jawab (dalam serangan ini) adalah pembom bunuh diri asal Indonesia," kata Ano, seperti dilansir BBC News Indonesia.

"Tujuan dari pasangan Indonesia ini adalah untuk memberi contoh dan mempengaruhi teroris Filipina untuk melakukan pemboman bunuh diri," tambahnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2 WNI Disebut jadi Pelaku Bom di Filipina, Ini Kata Kemenlu", https://nasional.kompas.com/read/2019/02/02/06132541/2-wni-disebut-jadi-pelaku-bom-di-filipina-ini-kata-kemenlu.

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved