Sleman

Rawan Bencana, Bupati Sleman Minta Warga Tidak Mendirikan Bangunan di Bibir Sungai

Rawan Bencana, Bupati Sleman Minta Warga Tidak Mendirikan Bangunan di Bibir Sungai

Rawan Bencana, Bupati Sleman Minta Warga Tidak Mendirikan Bangunan di Bibir Sungai
Istimewa
Bupati Sleman Sri Purnomo (tengah batik cokelat) saat meninjau rumah yang roboh di pinggir Kali Pete, Karangmojo, Tamanmartani, Kalasan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Rabu (30/01/2019) kemarin, sebuah rumah di bibir Kali Pete, Karangmojo, Tamanmartani, Kalasan runtuh. Begitu juga beberapa rumah warga yang pondasinya tergerus.

Kerusakan tersebut diakibatkan oleh hujan deras disertai angin kencang yang melanda Sleman waktu itu.

Mengetahui hal tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo secara tegas mengimbau warga agar tidak mendirikan bangunan persis di atas bibir sungai.

"Harus ada jarak antara bangunan dan bibir sungai, baik sungai kecil atau pun besar," kata Sri Purnomo saat dihubungi pada Jumat (01/02/2019).

Ia menjelaskan, jarak tersebut sangat berperan agar lingkungan di pinggir sungai tidak terganggu. Selain itu, warga pun tidak terancam oleh bencana yang potensial saat cuaca ekstrem seperti saat ini.

Baca: 1-2 Hari Lagi, Pengeboran Underpass Kentungan Akan Sudah Mulai Dilakukan

Baca: Tiga Tersangka Tawuran Maut di Magelang Dibekuk, Salah Satunya Masih Pelajar di Bawah Umur

Sri Purnomo juga menyatakan aturan jarak tersebut juga sudah dinyatakan dengan tegas saat warga mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Kami sudah memberikan syarat agar bangunan harus memiliki sempadan atau jarak dengan bibir sungai," jelas Sri Purnomo.

Sehari setelah kejadian tepatnya Kamis (31/01/2019), Sri Purnomo langsung meninjau ke lokasi rumah warga tersebut. Ia pun meminta proses evakuasi berjalan dengan aman tanpa menimbulkan korban.

Baca: Hujan Deras, Lubang Akibat Tanah Ambles Muncul di Rongkop

Sebab posisi rumah yang berada persis di pinggir sungai bisa berbahaya saat proses evakuasi dilakukan.

"Proses evakuasi dilakukan secara bertahap, yang terpenting adalah keselamatan jiwa," kata Sri Purnomo melalui siaran pers Pemkab Sleman.

Selain Kalasan, di hari yang sama Sri Purnomo juga meninjau jembatan putus di atas Kali Opak, Karangwetan, Berbah. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses perbaikan jembatan tersebut.

Bersama TNI, Polri, BPBD Sleman, serta para relawan, Sri Purnomo ikut membagikan bantuan logistik, terutama bagi warga yang terdampak bencana rumah roboh.(tribunjogja)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved