Gunungkidul

Bupati Gunungkidul Dorong Disdikpora agar Lama Sekolah Anak Terpenuhi

Oleh sebab itu Bupati Gunungkidul, Badingah dorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) agar lama anak sekolah terpenuhi.

Bupati Gunungkidul Dorong Disdikpora agar Lama Sekolah Anak Terpenuhi
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto P
Bupati Gunungkidul Badingah, saat meresmikan gedung baru Disdikpora Gunungkidul, Jumat(31/1/2019) 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Pada saat ini Indeks pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gunungkidul masih dinilai rendah.

Oleh sebab itu Bupati Gunungkidul, Badingah dorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) agar lama anak sekolah terpenuhi.

Menurut Badingah saat ini masih banyak anak Gunungkidul yang tidak memenuhi lama sekolah yang ditentukan, lantaran terhimpit ekonomi sehingga mereka memilih untuk keluar dari bangku sekolah.

Baca: Pemkab Gunungkidul Rencanakan Amdal Kawasan Dapat diterapkan

"Jangan sampai ada anak Gunungkidul yang mengalami putus sekolah dengan alasan bekerja untuk memenuhi perekonomian keluarga. Sekarang sudah ada solusinya kalau terkait dengan biaya sekolah," ujarnya, disela-sela peresmian gedung baru disdikpora, Jumat (1/2/2019).

Badingah mengatakan solusi dari anak-anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi dapat mengajukan pendanaan, karena pemerintah provinsi telah menyediakannya.

"Kalau alasannya tidak mampu itu bisa didanai, jangan sampai mereka hanya sampai jenjang SD maupun SMP lalu keluar dengan alasan bekerja," katanya.

Sedangkan terkait dengan gedung baru Disdikpora Gunungkidul Badingah berharap, bisa memberikan pelayanan kepada masyarkat semakin maksimal.

Selain itu kinerja dari disdikpora dan jajarannya semakin meningkat.

"Utamanya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat agar lebih baik, cepat, dan profesional," tuturnya.

Sementara itu Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rayid mengatakan terkait dengan lama sekolah anak Gunungkidul masih di angka 8 tahun 3 bulan.

Baca: Pemkab Gunungkidul Siapkan Revisi Perda RTRW

"Jadi penduduk Gunungkidul diatas 25 tahun itu lama pendidikannya 8 tahun lebih 3 bulan. Kita harus sampai wajib belajar 12 tahun, ini karena memang masyarakat kita masyarakat perantau. Maksudnya begitu masyarakat Gunungkidul lulus pasti pergi meninggalkan Gunungkidul, jadi tinggal yang sudah tua dan tidak sekolah itu," ucapnya.

Menurutnya yang dihitung sebagai lama sekolah adalah jumlah penduduk usia 25 tahun keatas yang dihitung.

Jadi jika pada keluarga ada anak sudah sarjana tetapi masih berumur 24 tahun belum ikut terhitung.

"Untuk itu kami pemerintah menyediakan sekolah non formal, jadi mereka yang kesini bukan yang terpaksa tetapi ini merupakan alternatif. Agar mereka dapat tetap bersekolah," tupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved