Kota Yogyakarta
Tidak Ada Rabies Sepanjang 2018
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto mengatakan bahwa selama 2018 tidak ditemukan kasus rabies
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto mengatakan bahwa selama 2018 tidak ditemukan kasus rabies di Kota Yogyakarta.
Ia menuturkan, bahwa hewan yang berpotensi terjangkit rabies yakni anjing, kucing, dan kera belum bisa dideteksi membawa bibit penyakit rabies sebelum hewan tersebut menggigit manusia atau hewan lainnya.
"Ada 19 gigitan anjing selama 2018. Tapi tidak ada yang rabies. Penanganan rabies ini juga tidak hanya Dinas Pertanian saja, tapi juga bersama dengan Dinas Kesehatan," ucapnya, seusai menghadiri Kampanye Dog Meat Free Indonesia, Kamis (31/1/2019).
Baca: AFJ Buat Kampanye Dog Meat Free
Sugeng memaparkan, bahwa ketika terjadi kasus gigitan anjing pada manusia, maka penanganan pada korban menjadi ranah Dinas Kesehatan sementara hewan yang menggigit akan langsung dikarantina oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.
"Kami bagian yang mengobservasi hewan tersebut. Bila memang terindikasi rabies dan hewan tersebut adalah hewan liar, maka akan dimusnahkan. Tapi sepanjang 2018 tidak ada," ucapnya.
Baca: Cegah Rabies, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Gelar Vaksinasi Hewan Peliharaan
Pada 2018 lalu, pihaknya mengadakan vaksin rabies gratis bagi anjing, kucing, dan kera yang dilakukan di 45 kelurahan di Kota Yogyakarta secara bergantian.
Rencananya program vaksin rabies gratis tersebut akan dilanjutkan pada 2019 ini.
"Tahun lalu paling banyak kucing. Tahun ini kami adakan lagi. Diupayakan dua kali dalam setahun. Sama seperti tahun lalu akan ada di masing-masing kelurahan," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kampanye-penghentian-konsumsi-daging-anjing.jpg)