Krisis Venezuela

Utusan PBB : Sanksi AS Atas Venezuela Ilegal dan Membunuh

Maduro memutuskan hubungan diplomatiik dengan Washington. Ia memberi waktu 72 jam kepada semua diplomat AS agar meninggalkan negaranya.

Utusan PBB : Sanksi AS Atas Venezuela Ilegal dan Membunuh
IST
Presiden Venezuela Nicolas Maduro 

TRIBUNJOGJA.COM, CARACAS – Krisis politik Venezuela kini mendekati fase puncak menyusul proklamasi Juan Guaido sebagai Presiden Venezuela, Rabu pekan lalu. Proklamasi ini didukung Presiden Donald Trump dan semua sekutu dekatnya di Eropa maupun Amerika.

Presiden Nicolas Maduro didukung militer melawan. Maduro memutuskan hubungan diplomatiik dengan Washington. Ia memberi waktu 72 jam kepada semua diplomat AS agar meninggalkan negaranya.

Media Venezuela mengabarkan, Senin (28/1/2019) menjadi hari terakhir diplomat AS di Caracas. Sekelompok kecil diplomat akan meninggalkan Venezuela dan kembali ke negaranya. Sebaliknya, semua diplomat Venezuela telah ditarik dari Washington.

Guaido Deklarasikan Diri Sebagai Presiden, Situasi Politik Venezuela Makin Memanas

Mengapa krisis politik dan ekonomi social Venezuela sedemikian dalam?

Media The Independent, Minggu (27/1/2019), menguak laporan khusus mantan Utusan Khusus PBB, Alfred de Zayas, yang pernah memantau Venezuela dan membuat laporan panjang ke Dewan Keamanan PBB.  

Pada laporan pertamanya kesempatan mengunjungi Venezuela, De Zayas menyatakan, sanksi ekonomi yang diterapkan AS ke negara itu illegal. Embargo ekonomi itu juga memicu kejahatan terhadap kemanusiaan menurut hokum internasional.

Rusia Peringatkan AS, Intervensi Militer ke Venezuela Sangat Berbahaya

De Zayas mendapat tugas khusus dari Sekjen PBB, dan selama kurun waktu 21 tahun terakhir, ia untuk pertama kalinya sebagai petugas misi PBB menjalankan tugas di Venezuela.

Menurut Alfred de Zayas yang mengakhiri tugasnya di PBB Maret 2018, sanksi AS itu bentuk peperangan ekonomi melawan Venezuela, yang melukai dan membunuh wakyat negara itu.

De Zayas, mantan sekretaris Dewan HAM PBB dan seorang ahli hukum internasional, mempresentasikan laporan hasil tugasnya itu ke PBB pada September 2018.

Cara CIA Mengobrak-abrik dan Menggulingkan Pemerintahan Venezuela

Namun, laporan itu ditolak PBB dan ditutup-tutupi. Hal itu membuat De Zayas kecewa. “Sanksi (AS) itu membunuh,” tegas De Zayas kepada The Independent. Rakyat Venezuela kekurangan bahan pangan, layanan kesehatan turun drastis.

Halaman
123
Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved