Breaking News:

Bantul

Sensasi Agrowisata di Bantul, Memetik Buah Naga Langsung dari Pohonnya

Pasalnya konsep agrowisata ini menurutnya dianggap mampu memberi keuntungan lebih ketika pangsa pasar buah naga tengah lesu.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Suroso tengah memetik buah naga di perkebunan buah naga di pantai Pandansari, Srigading, Sanden, Bantul, Sabtu (26/1/2019). 

Mereka bersama-sama mengembangkan perkebunan buah naga menjadi agrowisata.

Tak ayal setiap akhir pekan saat musim panen kebun buah naga ini ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Baca: Buah Naga Merah,Putih atau Kuning, Mana yang Lebih Banyak Nutrisi? Ini Dia Jawabannya

Kata Suroso, buah naga akan mulai berbunga dan berbuah mulai dari bulan November sampai April. Saat musim itu, akhir pekan pengunjung selalu ramai.

"Kalau hari Sabtu dan Minggu kadang bisa dapat 3 - 4 juta perhari," tuturnya.

Saat minggu pertama musim liburan pergantian tahun kemarin saja, ujar Suroso, kebun buah naga di pantai Pandansari ramai diserbu oleh pengunjung.

Ia bersama rekannya Bangkit Sunandar mengaku sampai kewalahan.

Pengunjung datang berfoto-foto dan banyak yang membeli buah.

"Harganya Rp 15 ribu perkilogram," terang dia.

Suroso mengaku tidak khawatir meskipun di Jawa Timur saat ini sedang masa panen raya buah naga.

Mengingat kualitas buah naga yang diproduksi olehnya dengan yang ada di pasaran berbeda.

Ia mengaku memiliki pelanggan tersendiri.

"Pelanggan sudah banyak yang tahu. Mereka datang untuk foto dan memetik buah dari pohonnya. Soal rasa juga berbeda, disini organik, lebih manis," jelas dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved