Pendidikan

Jelang Pemilu, Rektor UGM Ajak Alumni Tidak Ikut Sebar Berita Bohong

Rektor mengajak para mahasiswa dan lulusan UGM tidak ikut-ikutan menyebarkan berita bohong.

Jelang Pemilu, Rektor UGM Ajak Alumni Tidak Ikut Sebar Berita Bohong
istimewa
Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono, M Eng, Ph D 

TRIBUNJOGJA.COM - Berita bohong atau dikenal dengan hoax semakin marak bermunculan menjelang pelaksanaan pesta politik lima tahunan sekarang ini.

Beragam informasi dan berita palsu ini dibuat dan disebarkan secara sengaja oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono, M Eng, Ph D, menyampaikan rasa keprihatinannya bahkan ia mengajak para mahasiswa dan lulusan UGM tidak ikut-ikutan menyebarkan berita bohong namun sebaliknya bisa memilah mana berita bohong dan tidaknya serta selalu menyampaikan berita yang mendidik, cerdas dan menyejukkan.

Hal itu dikemukakan oleh Rektor UGM di hadapan 918 lulusan program pascasarjana yang tengah mengikuti prosesi wisuda di Graha Sabha Pramana, Rabu (23/1/2019) lalu.

Baca: Lebarkan Sayap, Naavagreen Akan Buka Cabang Baru di Bintaro dan Jambi

Menurut Rektor, tahun 2019 menjadi tahun yang sangat penting dan ditunggu-tunggu oleh ratusan juta masyarakat Indonesia.

Sebab, di tahun ini bangsa Indonesia akan melaksanakan perhelatan politik yang akan menetukan nasib bangsa 5 tahun ke depan.

“Penyelenggaraan pemilu membawa angin harapan bagi masyarakat yang akan memilih calon anggota legislatif serta pemimpin negara yang dapat membawa negeri ini ke arah yang lebih baik,” katanya.

Kendati demikian, kata Rektor, pesta demokrasi tidak lepas dari adanya ancaman bahaya yang mebawa dampak negatif bahkan menghancurkan jika tidak disikapi dengan tepat dan cepat.

Satu di antaranya adalah penyebaran berita bohong di media sosial dan pesan berantai.

Baca: Tiga Solusi untuk Antisipasi Banjir Bandang di Kota Yogyakarta Menurut Akademisi UGM

“Jika tidak disikapi dengan hati-hati, masyarakat atau netizien pun dapat dengan mudah termakan tipuan hoax bahkan ikut menyebarkan informasi palsu yang ada di tengah persoalan pelik ini,” katanya.

Bagi Rektor UGM, kaum muda sebagai agen perubahan dan penerus bangsa harus menjadi garda terdepan menangkal maraknya penyebaran berita bohong.

“Sebagai generasi yang melek digital pemuda sepatutnya menjadi role model untuk menyampaikan berita yang mendidik, cerdas dan menyejukkan. Jangan sampai kita terpecah belah karena isu-isu yang sarat kepentingan pribadi dan golongan,” katanya.

Kepada para wisudawan, Rektor menegaskan bahwa sebagai  lulusan UGM yang memiliki jati diri sebagai universitas nasional, para lulusannya harus mampu membawa mandat untuk menghadirkan kesejukan dan menjaga nafas persatuan bangsa.

“Pilihan boleh berbeda tapi kesatuan dan keragaman jangan sampai dikompromikan,” katanya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved