Krisis Venezuela

Guaido Deklarasikan Diri Sebagai Presiden, Situasi Politik Venezuela Makin Memanas

Pemimpin oposisi Venezuela yang memproklamirkan diri sebagai Presiden, Juan Guaido, menyerukan aksi unjukrasa lebih besar lagi

Guaido Deklarasikan Diri Sebagai Presiden, Situasi Politik Venezuela Makin Memanas
SputnikNews
AKSI DEMO - Aparat keamanan Venezuela menangani unjuk rasa dan kekerasan yang pecah di Caracas, Venezuela, Rabu (23/1/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, CARACAS – Pemimpin oposisi Venezuela yang memproklamirkan diri sebagai Presiden, Juan Guaido, menyerukan aksi unjukrasa lebih besar lagi. Sementara Presiden Nicolas Maduro menghadiri latihan militer Venezuela.

Lewat siaran langsung yang dipancarkan televise dan radio, dikutip Aljazeera.com, Senin (28/1/2019), Guaido menyuruh pendukungnya membanjiri jalan-jalan di Venezuela, guna menuntut diizinkannya bantuan kemanusiaan internasional masuk ke negara itu.

Rusia Peringatkan AS, Intervensi Militer ke Venezuela Sangat Berbahaya

Tokoh oposisi berusia 35 tahun yang memimpin Majelis Nasional,  juga meminta dukungan internasional bagi upayanya memulihkan situasi di negaranya. Pernyataan Guaido ini berbarengan sikap Uni Eropa yang meminta Pemilu baru di Venezuela.

Jerman, Inggris, Prancis satu kubu dengan AS, yang menolak mengakui legitimasi Nicolas Maduro. Sementara Rusia, China, Turki, Suriah, Kuba, Bolivia mendukung Maduro dan memperingatkan risiko buruk “kudeta terselubung” ini.

Cara CIA Mengobrak-abrik dan Menggulingkan Pemerintahan Venezuela

Maduro menuding dukungan Washington terhadap Juan Guaido merupakan upaya pengambilalihan kekuasaan di Caracas. Ia memperingatkan siapapun pihak asing yang hendak mengintervensi negerinya, harus berhadapan dengan kekuatan nasionalis.

Saat menghadiri latihan militer Venezuela, Minggu (27/1/2019) waktu setempat, Maduro terkesan ingin menunjukkan dukungan militer terhadapnya. Panglima militer Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino, secara tegas militer bertekad membela negaranya.

Tuduh Trump Jalankan Kudeta di Venezuela, Maduro Putuskan Hubungan dengan AS

Dalam pidato yang disiarkan televise Venezuela, Maduro mengulang tuduhannya terkait plot kaum imperialis AS dan pendukungnya, yang secara terbuka hendak mengambilalih kekuasaan di Venezuela.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (IST)

Ia pun di hadapan para tentara saat apel, bertanya apakah mereka setuju aksi asing. “Tidak, panglimaku!” pekik para prajurit beramai-ramai. “Kita siap mempertahankan tanah air, di situasi apapun!” kata Maduro.

Maduro menyaksikan para prajurit berlatih menembakkan roket, senapan mesin penangkis udara, menembakkan tank di Fort of Paramacay, pangkalan pasukan kavaleri bermotor Venezuela.

Parlemen Venezuela Serukan Anggota Militer Melawan Presiden Maduro

"Tak seorangpun hormat jika kita lemah, jadi pecundang, jadi pengkhianat. Di dunia ini, yang dihormati adalah sikap berani, ketangguhan, dan daya juang kita,” lanjut Maduro dalam pidatonya.

Latihan militer ini awal dari latihan skala besar yang digelar 10-15 Februari mendatang. Menurut Maduro, ini bakal menjadi latihan militer terbesar sepanjang sejarah negaranya. Maduro pun menyinggung propaganda dan provokasi yang dikirim dari negara-negara tetangganya.

Para konspirator menyasar anggota-anggota militer dan polisi, dengan menyebarkan ribuan pesan-pesan dan informasi lewat WA dan media social lainnya. Propaganda itu dating dari negara tetangganya, Kolombia.(Tribunjogja.com/ Aljazeera/xna)

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved