Breaking News:

Bantul

Angka Stunting di Bantul Capai 22,89 Persen, Masuk Kabupaten Prioritas Penanganan Stunting

Dari seluruh kabupaten dan kota di DIY, Bantul menduduki peringkat kedua angka stunting tertinggi setelah Gunungkidul.

TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Fathonaty
DPC Persagi Bantul membagikan buah-buahan pada ibu dan balita di acara Peringatan Hari Gizi Nasional ke-59, Senin (28/1/2019) pagi di Balai Desa Sumberagung, Jetis. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Angka stunting di Bantul pada 2018 mencapai 22,89 persen berdasar data riset kesehatan dasar (riskesdas) Kementerian Kesehatan.

Jumlah tersebut merupakan hasil dari sampling sebanyak 164 balita usia 0-59 bulan di Bantul.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Anugrah Wiendyasari.

Angka tersebut katanya, lebih rendah dari angka stunting di Bantul pada 2013 yakni sekitar 26 persen.

Lanjutnya, dari hasil tersebut bantul tergolong kabupaten prioritas penanganan stunting.

Baca: 19,8 Persen Penduduk DIY Jadi Sasaran Pencegahan Stunting

"Karena hasil itu, Bantul ditetapkan sebagai prioritas penanganan stunting atau kabupaten lokus stunting," terang Anugrah di sela acara Peringatan Hari Gizi Nasional ke-59 DPC Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Bantul, Senin (28/1/2019) pagi.

Dari seluruh kabupaten dan kota di DIY, Bantul menduduki peringkat kedua angka stunting tertinggi setelah Gunungkidul.

"Nomor satu Gunungkidul dengan angka 31 persen, Kulonprogo nomor tiga dengan angka 22,65 persen. Lalu Kota Yogya sebanyak 16,3 persen," urainya.

Baca: Pemberian Susu Bisa Bantu Cegah Stunting

Anugrah menambahkan, data riskesdas tersebut memang mengambil sampel yang sangat kecil.

Tidak semua balita termasuk dalam sampling.

Halaman
123
Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved