Sleman

Hingga Akhir Januari, Bawaslu Sleman Sudah Turunkan 924 APK di Delapan Kecamatan

Hingga Akhir Januari, Bawaslu Sleman Sudah Turunkan 924 APK di Delapan Kecamatan

Hingga Akhir Januari, Bawaslu Sleman Sudah Turunkan 924 APK di Delapan Kecamatan
Dokumentasi Bawaslu Sleman
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman bekerjasama dengan dengan Satpol PP Kabupaten Sleman. melakukan penindakan terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar aturan, Senin (3/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM  - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman pada awal tahun ini sudah menurunkan 720 alat peraga kampanye (APK) di delapan kecamatan di Sleman.

Delapan kecamatan itu meliputi Depok, Kalasan, Prambanan, Seyegan, Ngaglik, Pakem, Moyudan, dan Godean.

Pada penindakan bulan Desember 2018, pihak Bawaslu Sleman berhasil menertibkan sejumlah 204 APK. Total hingga kini sudah ada 924 APK yang telah ditertibkan.

Kordiv Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna al Ichsan Siregar menjelaskan pada penindakan gelombang kedua ini, mereka menargetkan 14 kecamatan yang akan ditertibkan. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 31 Januari 2019 mendatang.

Baca: Lebih dari Separo Desa di Kulon Progo Belum Anggarkan Dana untuk Perpustakaan Desa

Penertiban ini adalah upaya untuk menegakan UU No 7/2017 tentang Pemilu, Perbawaslu No 7/2017 tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pemilu dan Perbup No 27/2018 tentang Pemasangan APK.

"APK Tidak boleh di pohon, melintang jalan, dekat fasilitas pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan di jembatan," terangnya.

Adapun jenis APK yang diturunkan seperti spanduk, rontek, bendera partai politik (parpol) yang memuat nama calon legislatif (caleg), baliho. Ada pula APK berupa stiker.(tribunjogja)

Penulis: nto
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved