Kriminal

Keluarga Tegaskan Korban Bukan Suporter Tim Sepak Bola

Arianto (37), paman dari korban berharap hakim yang nantinya akan mengadili kasus ini bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya.

Keluarga Tegaskan Korban Bukan Suporter Tim Sepak Bola
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Arianto (tengah), paman dari korban penyerangan usai laga persahabatan PSS Sleman dan Persis Solo di Mapolres Sleman, Jumat (25/01/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Saat jumpa pers terkait penyerangan pada suporter bola, perwakilan keluarga korban Muhammad Asadulloh Alkhoiri (18) turut dihadirkan oleh Polda DIY dan Polres Sleman.

Arianto (37), paman dari korban berharap hakim yang nantinya akan mengadili kasus ini bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya.

"Peristiwa ini tentunya sangat menyakitkan bagi kami, yang sudah kehilangan salah satu anggota keluarga," kata Arianto di Mapolres Sleman, Jumat (25/01/2019).

Arianto menuturkan, Sabtu (19/01/2019) itu korban bersama adiknya pergi menonton laga persahabatan PSS Sleman dan Persis Solo.

Baca: Humas Polda DIY: Para Pelaku Sudah Rencanakan Penyerangan Melalui Media Sosial

Seusai pertandingan, korban langsung pulang menuju Klaten.

Ia juga sempat melewati kelompok suporter, namun tidak ada bentrok sama sekali.

Setelah melewati kelompok suporter, saat itulah korban terkena lemparan batu dari lawan arah, hingga akhirnya meninggal dunia di RS Sardjito jelang tengah malam.

Arianto menegaskan bahwa korban bukan suporter ataupun pendukung dari salah satu tim yang bertanding saat itu.

Menurutnya, korban murni penggemar sepak bola.

"Korban juga tidak memakai atribut suporter tim sepak bola mana pun," kata Arianto.

Baca: Pelaku Pelemparan Suporter di Kalasan Masih di Bawah Umur, Kapolda DIY Tetap Bakal Tindak Tegas

Pria yang berdomisili di Klaten, Jawa Tengah ini pun mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian karena telah menangani kasus ini.

Ia juga berharap ke depannya tidak ada lagi kejadian serupa.

"Saya berharap keponakan saya tersebut menjadi korban terakhir dari kejadian seperti ini," ujar Arianto.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved