Presiden Bolivia Dukung Maduro, Bergandengan Lawan Intervensi AS

Presiden Bolivia Evo Morales, menyatakan dukungan penuhnya pada Nicolas Maduro

Presiden Bolivia Dukung Maduro, Bergandengan Lawan Intervensi AS
IST
Presiden Venezuela Nicolas Maduro 

TRIBUNJOGJA.COM, CARACAS – Presiden Bolivia Evo Morales, menyatakan dukungan penuhnya pada Nicolas Maduro untuk tetap memimpin Venezuela. Pemimpin kelompok kiri itu menyatakan berada di sisi Venezuela, melawan setiap intervensi asing.

Tuduh Trump Jalankan Kudeta di Venezuela, Maduro Putuskan Hubungan dengan AS

"Solidaritas kami untuk rakyat Venezuela dan saudara kami, Nicolas Maduro. Inilah sat-saat genting untuk melawan imperialisme yang hendak melukai demokrasi dan kemandirian rakyat Amerika Selatan,” kata Morales.

Dalam pernyataan terakhirnya, Nicolas Maduro menyerukan agar militer tetap disiplin dan bersatu menghadapi tekanan asing ini.  “Kita akan menyelesaikan masalah ini dengan baik, kita akan mencapai kemenangan,” kata Maduro di Istana Kepresidenan Miraflores.

Parlemen Venezuela Serukan Anggota Militer Melawan Presiden Maduro

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino merespon situasi terakhir di Venezuela dengan menyatakan, militer akan mempertahankan konsttusi negara, kedaulatan nasional, dan tidak akan menerima penggulingan presiden.

“Militer tidak akan menerima upaya penggulingan presiden akibat kepentingan-kepentingan hitam dan usaha di luar hukum. Tentara akan mempertahankan konstittusi dan bertindak sebagai penjamin kedaulatan nasional,” kata Padrino lewat akun Twitternya.

Presiden Nicolas Maduro Tuduh Gedung Putih Berencana Membunuhnya

Sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro memutuskan hubungan diplomatik negaranya dengan AS. Ia memberi waktu 72 jam kepada semua diplomat AS untuk segera meninggalkan Venezuela.

Keputusan itu diambil Maduro menyusul pengakuan Presiden AS Donald Trump kepada pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai pejabat Presiden Venezuela. Keputusan politik Washington ini membuat krisis politik semakin dalam di negara tersebut.

Drone Meledak Saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Pidato, Kronologinya Seperti Ini

Maduro menuding, Washington sedang menjalankan kudeta di Caracas. Ia pun menyerukan rakyat Venezuela untuk melawan setiap usaha untuk menginjak-injak kedaulatan negara mereka, dan yang berusaha merusak perdamaian.

Tak hanya mengaku Juan Gaido sebagai Presiden Venezuela, AS memberlakukan sanksi embargo minyak jika Maduro yang dari kelompok kiri itu tetap mempertahankan kekuasaannya.

Sikap Trump itu diikuti sejumlah pemimpin negara Amerika Selatan, di antaranya Argentina, Kanada, Peru, Kolombia, Paraguay dan Brazil. Mereka mengakui Juan Guaido sebagai Presiden Venezuela yang sah.  

Aksi protes dan kekerasan pecah di Caracas menyusul pengakuan Trump dan sejumlah pemimpin negara lain atas Juan Guaido. Venezuela sejak lama memiliki riwayat permusuhan dengan AS.

Beberapa kali ketika Hugo Chavez berkuasa, Washington berusaha menjatuhkan pemimpin yang berkuasa lewat kudeta militer itu.

Namun usaha itu gagal. Hubungan diplomatik kedua negara juga beberapa kali menegangkan.(Tribunjogja.com/ Sputniknews/xna

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved