Kulon Progo

Warga Penggarap Belum Terima Dana Tali Asih PAG Terdampak NYIA

Dana tali asih bagi para penggarap PAG terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport di Temon hingga kini belum juga dicairkan.

Warga Penggarap Belum Terima Dana Tali Asih PAG Terdampak NYIA
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi meninjau proyek pembangunan New YOgyakarta INternational Airport (NYIA) di Temon, Kulon Progo, Jumat (14/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Dana tali asih bagi para penggarap Paku Alam Ground (PAG) terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon hingga kini belum juga dicairkan.

Warga membutuhkannya untuk menyambung hidup kembali setelah lahan garapannya tergusur proyek nasional tersebut.

Untuk diketahui, Pura Pakualaman sebagai pemilik lahan itu memang menjanjikan dana kompensasi berupa tali asih bagi para warga bekas penggarapnya.

Nilainya mencapai 25 miliar untuk 1.602.988 meter persegi lahan garapan yang terdampak pembangunan NYIA di Desa Glagah, Palihan, Sindutan, dan Jangkaran.

Baca: Dukung Pengajuan Judicial Review UU Guru dan Dosen, Himpaudi Playen Gelar Salat Hajat

Baca: Balita di Bantul Ini Terlahir Tanpa Anus, Keluarga Berjuang Dapatkan Colostomy Bag

Dana tersebut diambilkan dari hasil ganti rugi pembebasan lahan PAG seluas 160 hektare oleh PT Angkasa Pura I sebesar Rp701,512 miliar yang sebelumnya dikonsinyasikan di Pengadilan Negeri Wates.

Seorang warga bekas penggarap PAG terdampak NYIA dari Desa Glagah, Marsudi mengatakan pihaknya sangat berharap dana tali asih itu bisa segera dicairkan.

Warga sangat membutuhkannya sebagai modal membangun usaha baru setelah mereka kehilangan lahan usahanya sejak beberapa tahun silam akibat pembebasan lahan untuk pembangunan bandara internasional tersebut.

Baca: Pastikan Warga Binaan Gunakan Hak Pilih, Lapas Cebongan Minta Keluarga Kirimkan KK atau KTP-El

"Banyak warga sebelumnya menggunakan lahan PAG untuk bertani ataupun usaha pariwisata seperti hotel. Namun, kemudian kami relakan untuk pembangunan bandara. Sekarang kami butuh modal lagi untuk buka usaha,"kata Marsudi, Jumat (18/1/2019).

Berdasar pendataan yang dilakukan pihak desa bersama paguyuban penggarap, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) Kulon Progo mencatat ada ratusan warga penggarap dari keempat desa terdampak itu yang masuk data nominatif sebagai calon penerima dana tali asih.

Yakni, Jangkaran 121 orang, Sindutan 69 orang, Palihan 182 orang, dan terbanyak di Glagah 476 orang. (tribunjogja)

Penulis: ing
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved