Pemilu 2019

Laskar Sayyidina Ali Gelar Deklarasi dan Doa Bersama Untuk Wujudkan Pemilu Damai

Laskar Sayyidina Ali Gelar Deklarasi dan Doa Bersama Untuk Wujudkan Pemilu Damai

Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Deklarasi dan doa bersama Laskar Sayyidina Ali (LSA) untuk mewujudkan pemilu 2019 damai di Perumahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Rabu (16/1/2019) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Komunitas peduli sosial barbasis agama, Laskar Sayyidina Ali (LSA) menggelar agenda rutin berupa doa bersama sekaligus deklarasi di Perumahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Rabu (16/1/2019) malam.

Deklarasi dan doa bersama tersebut dilaksanakan dalam rangka mewujudkan pemilu yang damai 2019 untuk Indonesia.

Baca: Link LIVE STREAMING Debat Capres di Kompas dan Youtube

"Keinginan kami sebelum pesta demokrasi terjadi masing-masing laskar mampu berperan aktif di wilayah masing-masing untuk bisa merendam gejolak-gejolak yg ditimbulkan oleh orang-orang yang tidak ingin bangsa ini damai entah itu dari organisasi partai, penjabat atau aparat jika mereka memprovokasi akan dikoordinasikan dengan pihak mako dan kita akan melangkah secara konstitusional tidak main hakim sendiri," ujar Ustadz Doddy Abu Sayyaf selaku panglima tertinggi Laskar Sayyidina Ali usai ditemui media kemarin.

Baca: Debat Capres 2019: KPU Minta Pendukung Tak Saling Ejek

Baca: Pembawa Acara Debat Perdana Capres Cawapres Pilpres 2019, Nonton Siaran Langsung Klik Disini

Terdapat enam poin penting yang disampaikan dalam deklarasi tersebut diantaranya seperti, mendukung pemerintahan yang sesuai dengan amanah UUD 1945.

Tak mudah terprovokasi dengan isu negatif seperti hoax, SARA. Berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI demi mewujudkan negara yang aman, damai sejahterah.

Meningkatkan kualitas diri baik dalam agama dan wawasan kebangsaan. Menolak keras masuknya paham komunis dan gerakan separatis. Mendukung penindakan hukum sesuai dengan konstitusi di negeri ini. Baik pelanggaran hukum maupun ideologi.

"Mudah-mudahan masyarakat bisa melihat deklarasi tersebut sebagai bentuk partisipasi kami untuk menjaga pesta pemilu 2019 agar aman dan damai," tambah Ustadz Doddy Abu Sayyaf.

Tak hanya menyampaikan enam poin deklarasi, lebih lanjut, Ustadz Doddy Abu Sayyaf juga memberikan imbauan kepada masyarakat perihal sikap terhadap tindakan kriminal.

Baca: Debat Capres Cawapres Pilpres 2019 Malam Ini, Live Kompas TV Jokowi-Amin Vs Prabowo-Sandi

Dirinya mengimbau masyarakat dalam menyikapi tindakan kriminal tidak harus dengan kekerasan melainkan dengan mengingatkan terlebih dahulu jika ada yang melakukan kesalahan dan apabila menyangkut masalah penegakan hukum, semuanya harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum serta tak melanggar konstitusi hukum.

Mendukung sepenuhnya pemerintahan yang sah secara hukum tetapi juga amanah. Memperkuat solidaritas terhadap saudara-saudara dan juga loyal dengan perintah guru besar. Apapun pergerakannya NKRI pegang teguh.

"Harapannya kegiatan Laskar Sayyidina Ali dapat berimbas baik ke seluruh Indonesia," Tutur Ustadz Doddy Abu Sayyaf.

Kegiatan doa bersama dan deklarasi ini diawali dengan pembacaan maulud Al Mahmud dan dilanjutkan dengan Dzikir Sosial serta Doa Rotib Al Aydrus. Selanjutnya, kegiatan diteruskan dengan pembacaan Teks Deklarasi Damai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Komandan Rayon Militer (Danramil) dan Kapolsek Kasihan serta anggota dari Laskar Sayyidina Ali.

Baca: Jadwal dan Link Streaming Debat Perdana Capres - Cawapres 2019, Malam Ini Mulai Pukul 20.00 WIB

Dibentuk pada 5 Oktober 2009, Laskar Sayyidina Ali ini pertamanya dibentuk bukan sebagai Ormas tetapi Komunitas peduli sosial barbasis agama yang dimana komunitas ini berusaha untuk memberikan bantuan berupa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, yang menitikberatkan kepada pengabdian secara swadaya.

Dalam kegiatannya laskar Sayyidina berusaha untuk menyuarakan perdamaian terutama kaum laskar agar tak mudah terprovokasi dengan isu Sara/Hoax yang isinya dapat memecahkan perdamaian dan juga aktif dalam kegiatan yang dapat bermanfaat di dalam kehidupan masyarakat khususnya untuk kemajuan Agama Islam.

Baca: Pemilik Akun Telur yang Fenomenal di Instagram Akhirnya Buka Kartu

Tak hanya di Bantul, saat ini posko Laskar Sayyidina selain juga telah di Prambanan, Klaten, Sleman hingga Gunungkidul.

Konteks dari laskar sendiri adalah melindungi ketika ada ulama yg dizalimi atau agama kita dinistakan. Urusan keamanan dan sebagainya kita serahkan kepada aparat yang berwajib.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved