Pemilu 2019

KPU DIY Pastikan TPS Lebih Aksesibel

Sebanyak 8175 penyandang disabilitas di DIY akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan saat menunjukkan bilik suara versi baru dari KPU RI, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 11.342 penyandang disabilitas di DIY akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengatakan, dari jumlah tersebut, terdiri dari 2649 tunadaksa 1674 tunanetra, 1983 tunarungu, 2529 tunagrahita dan 2507 disabilitas lainnya.

Untuk itu, menjadi tanggung jawab KPU DIY untuk memastikan pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang lebih aksesibel.

"Pembuatan TPS aksesibel, tidak berundak, tidak berada di tempat yang sulit dijangkau. Juga pengguna kursi roda bisa bergerak ketika melakukan pencoblosan," ujar Hamdan.

Lanjut Hamdan, dalam perangkat pembuatan TPS aksesibel, selain menyampaikan buku panduan, KPU DIY juga memberikan bimbingan teknis kepada KPPS.

Baca: Link LIVE STREAMING Debat Capres di Kompas dan Youtube

Baca: Laskar Sayyidina Ali Gelar Deklarasi dan Doa Bersama Untuk Wujudkan Pemilu Damai

Dalam hal ini pihaknya akan menekankan bagaimana pembuatan TPS aksesibel, termasuk juga pelayanannya kepada penyandang disabilitas.

"Misalnya mereka yang tunanetra, bagaimana memperlakukannya, misalnya dengan menuntun mereka, menyampaikan instruksi pelan-pelan. Itu juga sudah ada dalam buku panduan bagaimana menciptakan TPS aksesibel," kata dia.

Kemudian perangkat lain yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas seperti tunanetra misalnya yang membutuhkan surat suara menggunakan huruf braille guna memudahkan dalam pencoblosan.

"Namun bagi tunanetra yang tidak bisa membaca huruf braille, dia bisa mengajak saudara, kerabat atau petugas kami untuk membantu dia mencoblos. Petugas yang membantu itu harus merahasiakan pilihannya," ujarnya.

Dengan mengetahui persebaran jenis disabilitas, kata Hamdan, hal tersebut memudahkan pihaknya untum memberikan pendidikan pemilih, TPS aksesibel, sosialisasi serta fasilitasi di TPS.

Baca: Debat Capres 2019: KPU Minta Pendukung Tak Saling Ejek

Baca: Pembawa Acara Debat Perdana Capres Cawapres Pilpres 2019, Nonton Siaran Langsung Klik Disini

"Itu bagian dari pelayanan kami untuk teman difabel. Selain itu yang penting adalah sosialisasi kepada teman difabel," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komite Disabilitas DIY Setia Adi Purwanta menambahkan, terkait teknis dalam pelaksanaan pencoblosan hari H di TPS, kata dia dapat dikatakan hampir tidak ada kendala bagi penyandang disabilitas.

"KPU DIY juga punya pengalaman cukup bagus untuk itu. Bagi yang berkursi roda itu diupayakan bilik suaranya bisa dimasuki kursi roda, kalau tidak ya diberi tempat tersendiri," ujarnya.

Setia berharap, pada saat di TPS nanti, instrumen dan infrastruktur penunjang teknis pencoblosan tetap harus diperhatikan.

"Instrumen dan infrastruktur saya kira harus dipenuhi ditingkatkan dari yang dulu. Kedua, pendataan kawan difabel dalam daftar pemilih harus lebih digiatkan, jangan sampai tercecer dan tidak memilih," kata dia. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved