Magelang

180 Remaja dari Tujuh Negara se-Asia Pasifik Ikuti Global Youth Summit 2019 di SMA Taruna Nusantara

180 Remaja dari Tujuh Negara se-Asia Pasifik Ikuti Global Youth Summit 2019 di SMA Taruna Nusantara

180 Remaja dari  Tujuh Negara se-Asia Pasifik Ikuti Global Youth Summit 2019 di SMA Taruna Nusantara
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Peserta Global Youth Summit 2019 memainkan alat musik angklung saat pembukaan acara yang diikuti oleh 180 peserta dari tujuh negara di Asia Pasifik tersebut. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 180 peserta dari tujuh negara ambil bagian dalam Global Youth Summit 2019 yang diselenggarakan di SMA Taruna Nusantara, Kabupaten Magelang, Kamis (17/1/2019).

Acara yang diikuti oleh peserta se-Asia Pasifik ini upaya generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Kementerian Kehutanan, Nur Sumedi, mengatakan, pencemaran menjadi permasalahan pelik dalam upaya pelestarian lingkungan.

Tidak hanya polusi asap tetapi juga polusi plastik, yang saat ini menjadi pencemar paling banyak.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam pelestarian lingkungan ini, khususnya kepada generasi muda perlu diajak sedari dini.

Baca: BPBD DIY Ingatkan Ancaman Kawasan Gunung Merapi dan Pesisir Pantai

"Masalah pencemaran ini perlu menjadi perhatian seluruh pihak, khususnya untuk generasi muda untuk didorong turut serta. Seperti polusi plastik ini, pemerintah daerah bisa mengajak generasi muda di daerahnya, agar ikut gerakan menghemat pemakaian plastik," ujar Nur Sumedi, Kamis (17/1/2019) usai membuka acara Global Youth Summit 2019 di kampus SMA Taruna Nusantara Magelang. 

Nur Sumedi menambahkan, pemerintah termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berupaya keras mengatasi masalah sampah plastik ini. tetapi tak kunjung tuntas, karena permasalahan yang sebenarnya berada di lapangan. 

"Pemerintah daerah pun diharapkan dapat ikut campur. Budaya ramah lingkungan juga perlu digiatkan, dimulai dari rumah, baru kemudian masyarakat. Setelah itu semua maka budaya ramah lingkungan akan terbentuk," katanya.(tribunjogja)


 

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved