Pendidikan

SMA Santa Maria Dorong Budaya Menulis dan Membaca di Sekolah

Sekolah juga terus berupaya untuk meningkatkan literasi membaca para siswa, yakni dengan menyelenggarakan seminar secara rutin

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Dalam rangka merayakan Natal sekaligus memperingati HUT ke-52, SMA Santa Maria (STAMA) menggelar bedah buku STAMA Menulis pada Rabu (16/1/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka merayakan Natal sekaligus memperingati HUT ke-52, SMA Santa Maria (STAMA) menggelar bedah buku STAMA Menulis pada Rabu (16/1/2019)

Bedah buku bertajuk 'Menghidupkan Api Komunikasi Dalam Aneka Budaya Menuju Perabadan Kasih' ini membedah tiga buku, yakni Buku Refleksi Guru dan Karyawan, Buku Kumpulan Karya Siswi dan Buku Karya Alumni

Ketua Panitia Acara, Drs Putut H Santoso mengatakan, kegiatan ini untuk mendorong budaya menulis dan membaca di sekolah.

Baca: Mahasiswa Public Relations ASMI Santa Maria Yogyakarta Adakan Aksi Sosial

Dengan meningkatkan literasi membaca di sekolah, diharapkan para siswi terbiasa dengan budaya menulis, sehingga wawasan luas.

"Supaya siswi termotivasi untuk membaca dan mencari data dan informasi yang benar. Sehingga wawasan anak menjadi wawasan lebih luas," ujarnya kepada Tribunjogja.com

Sekolah juga terus berupaya untuk meningkatkan literasi membaca para siswa, yakni dengan menyelenggarakan seminar secara rutin, budaya literasi membaca 15 menit setiap pagi sebelum pelajaran berlangsung.

"Selain budaya literasi setiap pagi, guru pengampu mata pelajaran Sejarah, PKN itu juga mewajibkan para siswa untuk banyak membaca . Animo siswi yang berkunjung ke perpustakaan juga luar biasa, hampir setiap hari perpustakaan itu ramai," lanjutnya.

Dengan membudayakan menulis kepada para siswa, diharapkan nantinya setiap tahun membuahkan hasil berupa buku yang ditulis para siswa.

Baca: SMA Santa Maria Yogyakarta Ingin Kembangkan Karakter Melalui Stama Cup

Bedah buku ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Wartawan Utama Dewan Pers yakni, YB Margontoro.

Margontoro menuturkan, meresensi buku dan bedah buku merupakan keharusan bagi kalangan pendidikan, khususnya guru dan siswa.

"Kalau tradisi intelektual dan kreativitas di bidang literasi ini dijaga dan ditumbuhkembangkan, dapat dipastikan kualitas lembaga pendidikan juga akan kian maju," kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved