Magelang

Enam Tersangka Kasus Narkoba di Magelang Dicokok Polisi, Peredaran Diduga Dikendalikan Narapidana

Enam Tersangka Kasus Narkoba di Magelang Dicokok Polisi, Peredaran Diduga Dikendalikan Narapidana

Enam Tersangka Kasus Narkoba di Magelang Dicokok Polisi, Peredaran Diduga Dikendalikan Narapidana
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho (dua dari kanan); Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto (dua dari kiri); Kasatresnarkoba Polres Magelang, AKP Eko Sembodo (paling kanan) memberikan keterangan kepada awak media terkait ungkap kasus narkoba di Mapolres Magelang, Rabu (16/1/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Jajaran Kepolisian Resort Magelang membekuk enam tersangka pengedar dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Magelang.

Polisi menyita barang bukti berupa sabu-sabu dengan total berat 33,5 gram dari keseluruhan tersangka dalam kasus yang berbeda.

Enam orang tersangka tersebut terdiri dari pengedar dan pengguna narkoba jenis sabu.

Tersangka pengedar atas nama Abdul Rohman (31) warga Gandusari, Kecamatan Bandongan dan David Parmanto (26), warga Rejosari, Kecamatan Bandongan.

Baca: Senin Pekan Depan, Vanessa Angel Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus UU ITE

Baca: 90 Organisasi Menolak Kriminalisasi Terhadap Penulis Balairung Press

Keduanya terbukti melakukan pengedaran sabu-sabu. Saat penangkapan di wilayah Kecamatan Mertoyudan, polisi menyita 20 gram sabu.

Empat orang lainnya yakni, Ali Mas’ud (33) warga Desa Mandisari, Kecamatan. Parakan, Temanggung, dan Daryanto (35) warga Desa Winong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, terbukti menggunakan narkoba, ditangkap di Mertoyudan.

Dua tersangka yang sama, yakni, Zogi Irfan (22) warga Desa Gulon, Kecamatan Salam, dan Agung Dwisantoso (35) warga Gunungpring, Kecamatan Muntilan, ditangkap di wilayah Kecamatan Muntilan.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, para tersangka ini mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang tak dikenal dari luar Kabupaten Magelang. Transaksi dilakukan menggunakan komunikasi via telepon genggam.

Baca: Kuasa Hukum Juki Kill The DJ Tunggu Itikad Baik dari Terlapor Untuk Cabut Laporan di Polda DIY

Baca: Saksi Ahli Ditolak, JPU Tetap Nyatakan Nuril Bersalah dalam Sidang PK

Setelah pemesanan, kemudian barang akan diletakkan di lokasi tertentu yang telah disepakati oleh pemilik barang. Baru para tersangka mentransfer uang untuk menebus barang haram tersebut.

Fakta mengejutkan jika, dua orang tersangka pengedar mengatakan jika operasi sabu itu dikendalikan oleh seseorang yang mengaku berada di dalam lapas.

"Menurut pengakuan para tersangka bahwa barang haram tersebut didapat dari seseorang yang belum dikenal di luar daerah Magelang. Mereka berkomunikasi melalui ponsel dan mengambil barang di lokasi sesuai perintah pemilik barang. Menurut pengakuan tersangka pengedar, operasi mereka dikendalikan oleh orang yang berada didalam lapas. Lapas yang mana, kami tengah selidiki kebenarannya,” ungkap Yudianto, Rabu (16/1/2019) dalam jumpa pers ungkap kasus narkoba di Mapolres Magelang. (tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved