Internasional

Empat Tentara AS Tewas Dalam Serangan Bom di Kota Manbij Suriah

Empat tentara AS dikabarkan tewas, termasuk 16 warga sipil lain di Kota Manbij, Suriah. Mereka tewas akibat serangan bom bunuh diri.

Sputniknews
Pasukan AS dan kendaraan tempur mereka di pinggiran utara Kota Manbij, Suriah Utara. 

TRIBUNJOGJA.COM – Empat tentara AS dikabarkan tewas, termasuk 16 warga sipil lain di Kota Manbij, Suriah. Mereka tewas akibat serangan bom bunuh diri, Rabu (16/1/2019) sore waktu setempat.

Kelompok radikal ISIS/Daesh, mengklaim bertanggungjawab atas serangan mematikan yang mengincar patrol militer pasukan AS itu. Reuters belum bisa mengonfirmasikan laporan bersumber Observatorium Suriah yang berpusat di London ini.

Dikutip dari media Israel, Haaretz, pelaku pengeboman mengenakan rompi berisi bom saat konvoi militer AS lewat di sebuah jalan sibuk di kota yang dikuasai gerilyawan Kurdi dan pasukan AS itu.

Belum ada penjelasan dari pasukan koalisi internasional yang dipimpin AS terkait peristiwa ini. Serangan berdarah ini terjadi di masa-masa krusial ketika AS akan segera menarik pasukannya dari Suriah.

Baca: Kali Pertama Sejak 2010, Kemenhan Korsel Tak Lagi Sebut Korea Utara sebagai Musuh

Belum ada solusi yang memuaskan semua pihak terkait efek penarikan kontingen AS dari palagan perang di Manbij dan sekitarnya. Turki masih berunding dengan Washington soal jalan tengah sepeninggal AS.

AS sangat berkepentingan terhadap keamanan kelompok Kurdi yang ada di sepanjang perbatasan Suriah-Turki. Para pejabat tinggi AS meminta jaminan keselamatan kelompok Kurdi kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Permintaan yang ditepis karena dianggap memberi kesempatan kepada kelompok bersenjata Kurdi yang diburu pemerintah Ankara. Di sisi lain, kelompok Kurdi terus berunding dengan Damaskus, Rusia, dan Iran, terkait nasib mereka.

Presiden AS Donald Trump akhir bulan lalu memerintahkan penarikan segera 2.000 prajurit tempurnya dari Suriah. Penarikan personil juga diikuti penarikan semua perlengkapan tempur dan pembersihan pangkalan-pangkalan mereka di Suriah.

Baca: China Hukum Mati Warga Kanada, Ottawa Terbitkan Travel Warning

Keputusan Trump ini membuat Menteri Pertahanan James Mattis mempercepat pengunduran dirinya dari kabinet Trump. Mattis tidak sependapat dengan keputusan itu, yang dinilainya bakal mengurangi pengaruh dan strategi luar negeri AS di Timur Tengah.

Kota Manbij selama beberapa tahun jadi salah satu pusat kekuatan ISIS di Suriah, selain Raqqa yang jadi ibukota defacto kekhalifahan yang dipimpin Abu Bakar Al Baghdady itu.

Sejak 2016, Manbij direbut kembali pasukan YPG Kurdi dan AS. Pasukan Suriah dan Rusia juga berada tak jauh dari Manbij. Beberapa pekan lalu bahkan sudah memasuki kota itu begitu Washington memutuskan akan menarik pasukannya.(Tribunjogja.com/ Haaretz/xna)

Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Hari Susmayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved