Bisnis

OJK Ingatkan Perusahaan Pembiayaan Lebih Selektif Beri DP Nol Persen Bagi Calon Nasabah

Dia menyarankan agar perusahaan pembiayaan yang akan menerapkan kebijakan uang muka nol persen, untuk melibatkan pihaknya sebagai regulator

OJK Ingatkan Perusahaan Pembiayaan Lebih Selektif Beri DP Nol Persen Bagi Calon Nasabah
makemymoney.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kebijakan pelonggaran uang muka nol persen yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk kredit kendaraan bermotor (KKB), menimbulkan pro dan kontra di khalayak umum.

Baru-baru ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak wasit lembaga keuangan tersebut untuk membatalkan kebijakan uang muka nol persen karena dinilai kontraproduktif, baik dari sisi lingkungan maupun upaya penanggulangan kemiskinan.

YLKI bersama Jaringan Lembaga Konsumen Nasional, bahkan mengancam akan melakukan judicial review terkait aturan uang muka nol persen kepada Mahkamah Agung jika OJK tidak segera membatalkannya.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Kantor OJK DIY, Untung Nugroho, hanya menanggapinya dengan santai.

"Oh begitu ya? Ndak papa. Tapi tujuan dikeluarkannya aturan itu kan supaya bagaimana masyarakat semakin mudah dalam mengakses KKB," kata dia, Selasa (15/1/2019).

Baca: YLKI Minta OJK Batalkan Kebijakan DP Nol Persen

Untung pun tak menampik bahwa kebijakan tersebut akan mengakibatkan semakin maraknya kendaraan di jalanan, sehingga akan memperparah kemacetan lalu lintas.

Namun demikian, dia tetap bersikukuh bahwa aturan itu hanya diperuntukkan bagi perusahaan pembiayaan yang mempunyai tingkat keuangan yang sehat saja dan faktanya tidak akan se-sedehana itu di lapangan.

Maka dari itu, tudingan-tudingan yang timbul seperti dari YLKI, dikatakan dia belum tentu pasti terwujud.

"Selain hanya diperuntukkan bagi perusahaan pembiayaan yang punya tingkat NPL sama atau dibawah satu persen. OJK juga selalu mengingatkan pentingnya menyeleksi nasabah. Jangan orang datang, bawa KTP, kemudian ajukan kredit, dikasih," ujarnya.

Untung juga menjelaskan, kendatipun ke depan aturan uang muka nol persen lebih banyak mendatangkan masalah dibanding manfaat, hal itu datangnya tidak lain adalah dari perusahaan pembiayaan itu sendiri.

Baca: DP Nol Persen Dianggap Perusahan Pembiayaan Tak Pengaruhi Pertumbuhan Kredit

"Makanya calon nasabah itu harus di crosscheck betul. Biasanya yang menimbulkan kredit macet itu kan sebenarnya nasabahnya sudah bermasalah duluan, tapi perusahaan tidak bisa mendeteksi," tambahnya.

Lebih lanjut, dia menyarankan agar perusahaan pembiayaan yang akan menerapkan kebijakan uang muka nol persen, untuk melibatkan pihaknya sebagai regulator dalam memberikan KKB.

Perusahaan pembiayaan, lanjut Untung, bisa memanfaatkan Sistem Informasi Keuangan (SLIK) milik OJK guna melihat riwayat dari calon nasabah.

"Kalau dengan sistem itu juga banyak yang melanggar, berarti unsur kehati-hatiannya masih kurang perlu diperbaiki lagi," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved